Terkini Nasional
Beri Contoh HRS Ditahan, Marwan Batubara Sebut Pengritik Pemerintah akan Ditangkap: Cari-cari Alasan
Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Marwan Batubara menanggapi pernyataan pemerintah yang meminta masyarakat aktif memberi kritik.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
"Itu berbeda dengan sebelumnya, awal-awal reformasi," terang mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 ini.
"Maka tentu kita harus memperbaiki sistem demokrasi," lanjut dia.
Ia lalu menyinggung pernyataan Jokowi tentang permintaan dikritik.
Setelah permintaan itu muncul, banyak yang mengkhawatirkan orang yang aktif mengkritik pemerintah justru akan dipolisikan, seperti yang banyak terjadi sebelumnya.
Baca juga: Jokowi Minta Kritik Tuai Debat di Twitter, Ditegur Ernest Prakasa hingga Dibela Ferdinand Hutahaean
Ia menyebut hal itu pernah disinggung ekonom senior Kwik Kian Gie yang mengaku takut mengkritik pemerintah karena khawatir akan berhadapan dengan hukum.
"Walaupun dikritik berbagai-bagai beberapa hari yang lalu Bapak Presiden mengumumkan silakan kritik pemerintah," singgung JK.
"Banyak yang ingin melihat, bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi? Seperti yang dikeluhkan oleh Pak Kwik atau siapa saja," lanjut dia.
"Ini tentu menjadi bagian dari upaya kita semua," tambahnya.
Dalam acara yang sama, sebelumnya JK menjelaskan bagaimana demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang dipilih bangsa.
"Demokrasi adalah sistem, bukan tujuan. Banyak negara yang menganggap demokrasi adalah tujuan," papar Jusuf.
"Malah Amerika menganggap demokrasi seperti agama. Dia bersedia berperang untuk demokrasi," katanya memberi contoh.
"Padahal demokrasi adalah sistem pemerintahan yang dilakukan oleh rakyat untuk rakyat," tambah JK. (TribunWow.com/Brigitta)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/marwan-batubara-menanggapi-pernyataan-pemerintah-yang-meminta.jpg)