Breaking News:

Terkini Nasional

Beri Contoh HRS Ditahan, Marwan Batubara Sebut Pengritik Pemerintah akan Ditangkap: Cari-cari Alasan

Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Marwan Batubara menanggapi pernyataan pemerintah yang meminta masyarakat aktif memberi kritik.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Capture YouTube Kompas TV
Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Marwan Batubara menanggapi pernyataan pemerintah yang meminta masyarakat aktif memberi kritik, Minggu (14/2/2021). 

Marwan beranggapan sikap pemerintah layaknya munafik, karena di satu sisi meminta dikritik tetapi di sisi lain menangkap tokoh-tokoh yang kritis berpendapat.

"Ini bentuk dari hipokrisi yang dipertontonkan pemerintah," sindir Marwan.

"Kalau memang benar bisa menerima kritik, maka mestinya orang-orang yang mengkritik harus ditahan," katanya.

"Buktikan saja, itu lepaskan saja teman-teman yang ada di KAMI atau lepaskan juga Habib Rizieq itu," tantang Marwan.

Lihat videonya mulai menit 2.30:

JK: Bagaimana Caranya Mengkritik Pemerintah Tanpa Dipanggil Polisi?

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menanggapi permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar masyarakat aktif mengkritik pemerintah.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam diskusi virtual PKS yang diunggah ulang di kanal YouTube TvOne, Sabtu (13/2/2021).

Diketahui sebelumnya Jokowi meminta masyarakat memberikan kritik dan masukan, seperti yang disampaikan pada acara Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020, Senin (8/2/2021).

Baca juga: Tak Sangka Ucapan Jokowi soal Kritik Jadi Sorotan, Haris Azhar: Enggak Mewakili Rezim Hari Ini

Jusuf Kalla yang pernah menjadi wakil Jokowi lalu menanggapi pernyataan tersebut.

Menurut dia, kritik masyarakat adalah bagian dari demokrasi.

Jusuf Kalla dukung PSBB di Jakarta
Jusuf Kalla dukung PSBB di Jakarta. Terbaru, Jusuf Kalla menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta dikritik.  (Foto HO/ Tribunnews)

Hal yang harus diperhatikan sekarang adalah, menurut JK, bagaimana memastikan sistem demokrasi berjalan.

"Mimbar ini membahas bagaimana demokrasi berjalan dengan baik tapi efisien?" tanya Jusuf Kalla.

Ia menerangkan situasi saat ini berbeda dengan awal mula reformasi, saat demokrasi benar-benar menjadi sistem yang dipilih bangsa.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/3
Tags:
Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)Habib Rizieq ShihabKritikMarwan BatubaraJokowiMiroslav MaricicPersis SoloSerbia
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved