Vaksin Covid
Kesaksian Nakes Lansia Divaksin Covid-19, Bersyukur Dapat Kesempatan: Hendaknya Kita Manfaatkan
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Syamsurizal Djauzi merupakan satu dari sejumlah penerima vaksin Covid-19 dari kalangan tenaga kesehatan lansia.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Dokter Spesialis Penyakit Dalam Syamsurizal Djauzi merupakan satu dari sejumlah penerima vaksin Covid-19 dari kalangan tenaga kesehatan (nakes) lanjut usia (lansia).
Dilansir TribunWow.com, hal itu terungkap melalui tayangan di kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Rabu (10/2/2021).
Diketahui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengizinkan vaksinasi untuk usia 60 tahun ke atas.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Tuai Sorotan Media Asing, Bakal Rugi Besar jika Sinovac Tak Ampuh
Sejumlah tenaga medis yang tergolong lansia mulai divaksinasi menggunakan vaksin buatan Sinovac.
"Vaksin ini tujuannya untuk melindungi kita agar jangan sampai tertular dan juga kita melindungi masyarakat semuanya," terang Syamsurizal Djauzi.
Ia menilai hal ini menjadi kesempatan baik yang harus dimanfaatkan masyarakat, apalagi nakes.
Sebelumnya nakes penerima vaksin hanya dibatasi pada usia 18 sampai 59 tahun.
"Jadi ini kesempatan baik yang disediakan oleh pemerintah," kata Syamsurizal.
"Jadi sebaiknya kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya," imbau dokter berusia 75 tahun tersebut.
Para tenaga medis ini akan diberikan vaksin tahap dua dengan jeda 28 hari dari vaksinasi sebelumnya.
Hal serupa disampaikan dokter spesialis anak Hindra Irawan Satari.
Baca juga: Reaksi Tenaga Kesehatan Kategori Lansia di Sumsel setelah Mendapatkan Suntik Vaksin Covid-19
"Terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian khusus kepada lansia," ucap Hindra.
"Akhirnya para lansia juga bisa divaksinasi karena sudah terbukti dari data-data yang ada di berbagai tempat penelitian yang menunjukkan bahwa vaksin ini aman untuk diberikan kepada usia di atas 59 tahun," katanya.
Vaksinasi tahap pertama untuk nakes lansia dilaksanakan di Puskesmas Kramat Jati, Jakarta Timur.
Seusai vaksinasi, sejumlah nakes lansia tidak mengalami gejala setelah diobservasi.