Terkini Daerah
Gaet Dukun Bayi hingga Jampi, Persatuan Dukun Ngaku Anggotanya Pengasuh Ponpes, Begini Tanggapan MUI
Ketua Umum Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) Abdul Fatah Hasan mengungkap sederet kegiatan yang dilakukan komunitasnya.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
Amir menegaskan pihak MUI akan mengizinkan jika Perdunu terbukti hanya melakukan pengobatan tradisional.
Ia memberi contoh pengobatan yang dilakukan seorang ustaz dengan cara mendaraskan doa-doa spiritual disertai penguapan untuk mengobati penyakit.
"Artinya doa itu memang diwajibkan dalam Islam, disertai dengan pengobatan tradisional yang menggunakan lingkungan alam," papar Amir.
Amir meminta istilah dukun yang digunakan tersebut diluruskan agar tidak menjadi mispersepsi.
Mendengar imbauan pihak MUI, Fatah meyakinkan Perdunu tidak akan mengadakan kegiatan yang melanggar norma agama.
"Sesuai dengan aktivitas yang pernah kami lakukan, seperti di bulan kemarin kami mengadakan pengobatan gratis itu kita pakai hipnoterapi," ungkap Fatah.
Maka dari itu, ia menyebut pihaknya akan memberikan klarifikasi yang lebih lengkap nantinya agar tidak meresahkan masyarakat Banyuwangi.
Fatah menambahkan, tidak semua anggota Perdunu merupakan dukun.
Beberapa di antaranya merupakan tokoh agama yang mengasuh pesantren.
"Teman-teman yang tergabung di dalam Perdunu ini sebenarnya bukan latar belakang praktisi resmi dunia perdukunan," katanya.
"Mereka itu adalah pengasuh pondok pesantren di Banyuwangi yang memang sebenarnya sangat khawatir dengan adanya praktik perdukunan," ungkap Fatah.
"Makanya dalam organisasi ini kami akan mengedukasi," jelas dia.
Maka dari itu, ia menegaskan Perdunu tidak akan melakukan kegiatan yang syirik apalagi berbahaya untuk masyarakat.
Baca juga: Viral Suami Susul Istrinya Meninggal 2 Jam setelahnya, Tak Sedang Sakit, Dimakamkan di Satu Liang
Lihat videonya mulai menit 7.00:
(TribunWow.com/Brigitta)