Breaking News:

Tips Kesehatan

Apakah Air Liur Bisa Menyembuhkan Luka Lebih Cepat? Ini Penjelasannya

Air liur atau ludah disebut-sebut dapat membantu memulihkan luka lebih cepat. Ini penjelasannya.

woundcarecenters.org
Ilustrasi luka terbuka. Air liur atau ludah disebut-sebut dapat membantu memulihkan luka lebih cepat. Ini penjelasannya. 

TRIBUNWOW.COM - Air liur manusia atau ludah disebut-sebut dapat membantu memulihkan luka lebih cepat.

Dikutip TribunWow.com dari Boldsky, ilmuwan menyebut senyawa dalam air liur manusia dapat meningkatkan penyembuhan luka dengan meningkatkan pembentukan pembuluh darah.

Air liur manusia ternyata memiliki kandungan hiastin yang dapat membunuh bakteri dan juga mempercepat proses penyembuhan luka.

Baca juga: 5 Manfaat Buah Naga untuk Kesehatan, Melancarkan Pencernaan hingga Mengobati Demam Berdarah

Peneliti menemukan bahwa hiastin mendorong angiogenesis, serta adhesi dan migrasi sel.

"Temuan ini membuka alternatif baru untuk lebih memahami biologi yang mendasari perbedaan antara penyembuhan luka mulut dan kulit," kata Profesor di Universitas Chile, Vincent Torres.

Peneliti percaya air liur bisa meningkatkan penyembuhan luka.

Baca juga: Pengobatan Rumahan untuk Alergi Kosmetik di Wajah, Bisa Gunakan Bahan Alami Ini

Kemudian, para peneliti melakukan percobaan pada tiga tingkat: sel endotel, atau pembentuk pembuluh darah, dalam kultur; embrio ayam sebagai model hewan; dan sampel air liur yang diperoleh dari donor yang sehat. '

Dengan menggunakan ketiga model ini, hiastin dalam air liur dapat meningkatkan pembentukan pembuluh darah.

Sementara itu dikutip dari laman winchesterhospital, air liur manusia ternyata mengandung berbagai berbagai macam bakteri.

Meski tidak berbahaya saat di mulut, tetapi bakteri itu disebut bisa menyebabkan infeksi yang signifikan jika masuk jauh di dalam luka terbuka.

Baca juga: Pengobatan Rumahan Terbaik untuk Meredakan Pusing, Bisa Gunakan Jahe hingga Lemon

Oleh karena itu, ilmuwan memperingatkan agar tidak mengoleskan air liur pada luka yang terbuka.

Pasalnya, praktik semacam itu tidak aman atau tidak meningkatkan kesehatan. (TribunWow.com)

Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Vintoko
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved