Terkini Nasional
Alasan KNPI Tak Cabut Laporan Abu Janda meski Pigai Minta Damai, Singgung Elit Politik Terlibat
Ketua Bidang Hukum DPP KNPI Medya Rischa Lubis menegaskan pihaknya tidak akan mencabut laporan terhadap Permadi Arya alias Abu Janda.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Ketua Bidang Hukum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Medya Rischa Lubis menegaskan pihaknya tidak akan mencabut laporan terhadap pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda.
Dilansir TribunWow.com, diketahui Abu Janda diduga membuat ujaran kebencian berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) terhadap Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.
Setelah lama enggan mengomentari kasus Abu Janda terhadap dirinya, Natalius Pigai akhirnya menemui pria tersebut.

Baca juga: Akui Cuitan Abu Janda Rasis, Natalius Pigai Tetap Bela Permadi Arya di Hadapan Hukum, Ini Katanya
Pigai juga menegaskan dirinya tidak merasa ujaran Abu Janda harus dipolisikan.
Walaupun begitu, KNPI bersikukuh tidak mencabut laporannya, mengingat baru-baru ini Abu Janda melakukan safari ke sejumlah organisasi masyarakat (ormas) berbasis agama.
"Belum terpikir bagi KNPI untuk mencabut laporan itu karena safari dia, Abu Janda, ini muter ke pemuda Islam, ke ormas Islam, termasuk ke Pigai juga, ya itu silakan saja," kata Medya Rischa Lubis, dikutip dari Kompas.com, Selasa (9/2/2021).
Medya mempersilakan Abu Janda menemui siapapun, termasuk korban ujaran kebenciannya, Pigai.
Namun Medya menilai proses hukum harus terus berjalan.
Tidak hanya itu, alasan lainnya adalah ujaran Abu Janda dinilai telah menyinggung masyarakat Papua yang bernaung di bawah KNPI.
"Sejak awal kami tegaskan, itu bukan persoalan Pigai pribadi, tapi atas nama bangsa, jadi tujuannya untuk persatuan, itu saja yang perlu digarisbawahi," tegas Medya.
Mengenai pertemuan Abu Janda dan Natalius Pigai, Medya menilai tidak ada sangkut-pautnya dengan proses hukum.
"Artinya begini, itu kan pertemuan yang kita sama-sama tahu difasilitasi sama elit politik, sedangkan elit politik di dalam struktur hukum kita apalagi dalam penyidikan ini 'kan out of context," terangnya.
Baca juga: Natalius Pigai Ungkap Berhak Tuntut Jokowi Jabatan Menteri seusai Pilpres: Saya Beri Kemenangan
Diketahui pertemuan itu diinisiasi anggota DPR periode 2019-2024 fraksi Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
Dalam keterangannya, Pigai mengaku tidak bermasalah dengan Abu Janda.
Alasan itu membuatnya menerima permintaan bertemu oleh Abu Janda.