Kabar Tokoh
Natalius Pigai Ungkap Berhak Tuntut Jokowi Jabatan Menteri seusai Pilpres: Saya Beri Kemenangan
Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengungkapkan fakta dirinya ditawari jabatan menjadi menteri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai mengungkapkan fakta dirinya ditawari jabatan menjadi menteri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (4/2/2021).
Diketahui Natalius Pigai adalah sosok yang kerap mengkritik pemerintah dalam berbagai aspek.

Baca juga: Ditanya Akbar Faizal soal Isu Tawaran Jadi Menteri, Natalius Pigai: Minimal Jokowi Telepon Saya
Mantan anggota DPR RI Akbar Faizal lalu bertanya alasan Pigai bersikap demikian, serta kemungkinan terkait isu Pigai batal ditawari posisi menteri.
"Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa penyikapanmu hari ini karena kau sakit hati," singgung Akbar Faizal.
"Sakit hati karena apa?" tanya Natalius Pigai.
"Tidak jadi menteri, tidak jadi apa yang kauinginkan. Apa tanggapanmu?" tanya Faizal.
Pigai mengaku dirinya merasa punya hak menuntut ditawari jabatan menteri oleh Jokowi setelah pemilihan presiden 2014 dan 2019.
"Saya kalau 2014 sampai 2019 saya punya hak menuntut Jokowi kasih menteri," ungkapnya.
Ia beralasan dukungannya terhadap Jokowi memberi kontribusi kemenangan yang besar pada pilpres.
Selain itu, Pigai mengungkit dirinya pernah dihubungi sejumlah tokoh dalam koalisi partai pengusung Jokowi.
"Saya memberi kontribusi kemenangan. Besar, lebih dari 5 persen," ungkap aktivis HAM asal Papua tersebut.
"Saya bilang tadi itu. Hasto Kristianto telepon saya, Ibu Mega tahu, Suryo Paloh, Viktor Laiskodat, Pak Jokowi," lanjutnya.
"'Kan saya tidak perlu jelasin apa yang saya lakukan," tambah Pigai.
Baca juga: Natalius Pigai Dilaporkan Balik karena Dianggap SARA, Refly Harun: Saya Sendiri Tidak Mendukung
Diketahui Pigai juga dikenal masyarakat Papua sebagai pejuang HAM.