Breaking News:

Terkini Nasional

Termasuk Anies, Refly Harun Usul Masa Jabatan 3 Gubernur Ini Diperpanjang 2 Tahun: Dapat Bonus Besar

Pakar hukum tata negara Refly Harun menganalisis kemungkinan skenario pilkada pada 2022 atau ditunda hingga 2024.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
instagram/@aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kunjungi RSUD Kramat Jati, Kamis (28/1/2021). Terbaru, Pakar hukum tata negara Refly Harun menganalisis kemungkinan skenario pilkada pada 2022 atau ditunda hingga 2024 termasuk untuk Anies Baswedan. 

TRIBUNWOW.COM - Pemilihan kepala daerah (pilkada) 2022 menuai polemik di sejumlah wilayah.

Dilansir TribunWow.com, pertimbangan utama adalah kemungkinan banyaknya masa jabatan kepala daerah yang berakhir pada 2022.

Sementara itu, jika dilakukan serentak bersamaan dengan pemilihan presiden (pilpres) 2024, kursi kepala daerah akan kosong terlalu lama.

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, Sabtu (6/2/2021). Terbaru, Refly Harun membahas kemungkinan skenario pilkada pada 2022.
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, Sabtu (6/2/2021). Terbaru, Refly Harun membahas kemungkinan skenario pilkada pada 2022. (YouTube Refly Harun)

Baca juga: Komentari Cuitan Ekonom yang Bandingkan Era Jokowi dan Orde Baru, Refly Harun: Saya Juga Agak Takut

Pakar hukum tata negara Refly Harun menganalisis kemungkinan skenario pilkada pada 2022 atau jika ditunda hingga 2024.

Hal itu ia sampaikan dalam tayangan di kanal YouTube Refly Harun, diunggah Minggu (7/2/2021).

"Kalau versi pemerintah yang sudah tercantum dalam Undang-undang Pilkada 2016, yaitu akan dilakukan pemilihan serentak pada 2024," kata Refly Harun.

"Karena itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berkampanye tidak mengubah Undang-undang Pemilu," lanjutnya.

Jika pilkada dilakukan serentak 2024, maka dapat diselenggarakan setelah pilpres dan pemilihan legislatif (pileg).

"Kalau itu terjadi, maka seperti Anies Baswedan yang masa jabatannya berakhir pada 2022 akan nganggur selama 2 tahun untuk mengikuti pilkada atau pilpres," terang Refly.

"Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil juga nganggur karena mereka berakhir masa jabatannya 2023," paparnya.

Baca juga: Pengamat Soroti Pertemuan Anies-Prabowo: Siapa Diuntungkan dan Dirugikan soal Pilkada atau Pemilu

Sementara kekosongan jabatan, dapat ditunjuk pelaksana tugas (plt).

Namun plt yang nantinya ditunjuk akan terlalu lama memimpin, yakni selama 2 tahun.

Diketahui plt tidak dapat mengambil keputusan strategis karena sesungguhnya tidak memiliki mandat demokratis atau tidak dipilih rakyat secara langsung.

"Skenarionya, tanpa memperhatikan di situ ada Anies, Ganjar, atau Ridwan Kamil, maka kalau pemilu 2024 jauh lebih baik kalau masa jabatannya diperpanjang sampai 2024," komentar Refly.

Pilihan lainnya adalah memperpanjang masa jabatan gubernur atau kepala daerah lainnya sampai 2024, bersamaan dengan pilpres.

Namun konsekuensinya adalah kepala daerah akan mendapat bonus perpanjangan masa jabatan yang besar.

"Memang yang masa jabatannya berakhir semacam Anies Baswedan 2022, itu akan dapat bonusnya besar sekali yaitu 4 tahun. Yang 2023 dapat bonus 3 tahun," tandasnya.

Lihat videonya mulai menit 6.30:

Riza Patria Bongkar Pertemuan Anies Baswedan dengan Prabowo

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria membantah isu renggangnya hubungan Anies Baswedan dan Partai Gerindra.

Menurut Riza patria, Anies belum lama ini bahkan bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube Kompas TV, Rabu (3/2/2021).

Mulanya, Riza Patria buka suara soal desakan Ketua DPC Partai Gerindra, Ali Lubis.

Baca juga: Riza Patria Sebut Anies Baswedan Sudah Bertemu dengan Prabowo Subianto: Ngobrol Hampir Dua Jam

Baca juga: Tanggapi Suara Sumbang soal Anies dan Gerindra, Riza Patria: Selalu Berhubungan, Komunikasi Terus

Sebelumnya, Ali Lubis sempat meminta Anies mundur dari jabatan gubernur DKI Jakarta.

Desakan itu dilakukan Ali Lubis karena isu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyerahkan penanganan Covid-19 pada pemerintah pusat.

Namun, menurut Riza Patria, yang terjadi hanyalah kesalahpahaman.

"Apa yang dilakukan Ali Lubis juga sudah kami tegur," ucap Riza Patria.

"Bahwa yang bersangkutan salah memahami."

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab soal adanya isu yang menyebut meminta pemerintah pusat mengambil penanganan Covid-19 di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab soal adanya isu yang menyebut meminta pemerintah pusat mengambil penanganan Covid-19 di Ibu Kota. (Youtube/metrotvnews)

Menurut Riza Patria, karena Anies, DKI Jakarta memeroleh banyak penghargaan.

Karena itu, ia menganggap Anies bekerja sangat baik sebagai seorang gubernur.

Baca juga: DKI Jakarta Terima 3 Unit Mobil PCR Covid-19, Anies Baswedan: Makin Memperkuat Kapasitas 3T Kita

Baca juga: Jawaban Wali Kota Depok atas Imbauan Anies soal Penanganan Covid-19: Kita Sudah Mengajukan

"Justru kita harus jujur, prestasi Pak Anies membangun Jakarta sangat terlihat," kata Riza Patria.

"Kita dapat award transportasi, award anti-korupsi, banyak award silakan dicek."

"Kemudian penanganan Covid kita mendapat apresiasi dari WHO, dari dunia, luar biasa," sambungnya.

Meski kerap dikritik, Anies disebutnya sukses menangani Covid-19 di DKI Jakarta.

"Sekali pun peningkatannya masih tinggi, tapi itu fakta dan kenyataannya."

"Kita bisa mengendalikannya dengan baik," sambungnya.

Lebih lanjut, Riza Patria membantah isu keretakan hubungan Anies dan Gerindra.

Menurutnya, Anies bahkan sempat menemui Prabowo Subianto.

"Pak Prabowo dan Pak Anies adalah pemimpin yang tidak hanya cerdas, bijaksana, tapi negarawan," ujar Riza Patria.

"Kemarin Pak Anies ketemu sama Pak Prabowo, ngobrol hampir dua jam."

Sebagai kader Gerindra, Riza Patria mengakui hubungannya dengan Anies masih terjalin sangat baik.

"Sama saya hari-hari ketemu."

"Enggak ada hubungan, kan silaturahmi terus," tukasnya. (TribunWow.com/Brigitta/Tami)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Anies BaswedanRefly HarunJakartaGanjar PranowoRidwan Kamil
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved