Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Ruhut Sitompul Sebut Demokrat Sengaja Seret Moeldoko dalam Isu Kudeta, karena Orang Dekat Jokowi?

Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Ruhut Sitompul menganggap Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko sengaja disasar Partai Demokrat.

Youtube/Official iNews
Politisi PDI Perjuangan Ruhut Sitompul tidak membenarkan pernyataan dari Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan teguran kepada Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko. 

TRIBUNWOW.COM - Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Ruhut Sitompul menganggap Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko sengaja disasar Partai Demokrat.

Hal itu terkait dengan isu kudeta Demokrat yang kini jadi kontroversi.

Sebelumnya, Demokrat menuding Moeldoko, sebagai dalang gerakan kudeta tersebut.

Karena itu, Ruhut langsung mengungkapkan pembelaan, seperti yang terlihat dalam kanal YouTube Official iNews, Sabtu (6/2/2021).

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memberikan keterangan pers di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Keterangan pers tersebut untuk menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono terkait tudingan kudeta AHY dari kepemimpinan Ketum Demokrat demi kepentingan Pilpres 2024. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memberikan keterangan pers di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Keterangan pers tersebut untuk menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono terkait tudingan kudeta AHY dari kepemimpinan Ketum Demokrat demi kepentingan Pilpres 2024. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Baca juga: Herzaky Klaim Ada Aliran Uang di Pertemuan Kader Demokrat dengan Moeldoko, Segini Besarannya

Baca juga: Marzuki Alie Ancam Bawa ke Ranah Hukum karena Terseret Isu Kudeta Demokrat, Herzaky: Kami Ketawa Aja

Selain Moeldoko, sejumlah kader Demokrat disebutnya juga sempat menemui Menteri Koordinator Kemaritiman dan Inveastasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

"Datang juga, mengeluhkan juga," ucap Ruhut.

"Pak Luhut bilang 'Ke Menteri Hukum dan HAM lah, Pak Yasonna'."

"Tapi mereka rupanya bikin suasana ini."

Ruhut mengatakan, pertemuan sejumlah kader Demokrat dengan pejabat Presiden Jokowi adalah hal yang wajar.

Ia menilai, Moeldoko bahkan tak mau mencampuri urusan Demokrat.

Baca juga: Ruhut Sebut Demokrat Membalikan Cerita soal Kudeta, Sebut Ada Kader yang Minta Moeldoko Gantikan AHY

Baca juga: Ruhut Sitompul Tak Benarkan Pernyataan Andi Arief soal Jokowi Sudah Tegur Moeldoko: Siapa Dia?

"Saya rasa, kita pejabat negara, kalau misalnya masyarakat, partai politik datang curhat masa dia enggak terima?," tutur Ruhut.

"Pak Moeldoko ini orangnya sangat santun, dia enggak mau campuri."

"Tolong hormati itu, sekarang mulai karakter assasination mereka lakukan ke Pak Moeldoko."

"Kayaknya Pak Moeldoko orang gimana gitu," sambungnya.

Lantas, Ruhut pun membongkar dugaannya soal alasan Demokrat menuding Moeldoko.

Menurutnya, Moeldoko jadi sasaran karena dekat dengan Jokowi.

"Kalau saya lihat siapa aja yang dekat Pak Jokowi," kata Ruhut.

"Ya lihatlah gaya mereka, enggak ada yang bagus."

Selama ini, Ruhut melihat hubungan Jokowi dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berjalan baik.

Bahkan, ia juga menyebut Jokowi dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga baik-baik saja.

"Pak Jokowi jujur saya katakan, Beliau sangat menghormati, sangat menghargai Pak SBY."

"Begitu juga AHY, berapa kali ketemu dijembatani oleh Pak Luhut Binsar Pandjaitan."

"Ketemu kok, enak, Pak Jokowi itu presiden kita mantap punya," tukasnya.

Simak videonya berikut ini mulai menit ke-6.00:

Andi Arief Sebut Moeldoko Sudah Ditegur Jokowi

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko ramai diperbincangkan setelah dituding ikut terlibat dalam gerakan mengudeta Partai Demokrat.

Moeldoko disebut-sebut ingin mengambil alih kepemimpinan ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk digunakan sebagai kendaraan menuju Pilpres 2024 mendatang.

Meski sudah dibantah oleh Moeldoko, pihak dari Demokrat tetap menyakini hal itu atas bukti aduan dari kader-kadernya yang bertemu dengan yang bersangkutan.

Baca juga: Istana Tak Balas Surat AHY soal Kudeta Demokrat, Rachland Nashidik: Pak Jokowi Mau Cuci Tangan?

Baca juga: Bantahan Darmizal saat Didesak Effendi Gazali dan M Qodari soal Pertemuan Moeldoko dengan Demokrat

Dilansir TribunWow.com, menyusul hal itu, Moeldoko dikatakan sudah mendapat teguran dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief melalui cuitan akun Twitter pribadinya, @Andiarief__, Jumat (5/2/2021).

Dirinya juga berharap hal itu menjadi pelajaran bagi Moeldoko dalam berpolitik.

Cuitan Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief melalui cuitan akun Twitter pribadinya, @Andiarief__, Jumat (5/2/2021).
Cuitan Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief melalui cuitan akun Twitter pribadinya, @Andiarief__, Jumat (5/2/2021). (Twitter/@Andiarief__)

"KSP Moeldoko sudah ditegur Pak Jokowi. Mudah-mudahan tidak mengulangi perbuatan tercela terhadap Partai Demokrat," ujar Andi Arief.

Andi Arief juga menjawab soal adanya persoalan internal yang disebut terdapat kader partai yang kecewa atas kepemimpinan AHY.

"Buat beberapa senior partai yang kecewa dan kurang legowo dipimpin generasi muda (AHY), kami maklumi. Itu sisa-sisa feodalisme, tugas partai untuk mendidik," jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi dari Istana terkait kabar teguran terhadap Moeldoko tersebut.

Seperti yang diketahui, sebelumnya Partai Demokrat telah mengirimkan surat kepada Jokowi meminta klarifikasi atas keterlibatan pejabatannya.

Terlebih nama Jokowi sendiri juga ikut dicatut lantaran disebut telah memberikan restu.

Namun melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan bahwa Jokowi tidak perlu menjawab surat tersebut.

Alasannya, persoalan tersebut merupakan masalah internal dari Partai Demokrat.

Sehingga tidak berhak mencampurinya.

"Karena itu adalah perihal dinamika internal partai, itu adalah perihal rumah tanggal internal Partai Demokrat yang semuanya kan sudah diatur di dalam AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga)," ujarnya, Kamis (4/2/2021), dikutip dari Kompas.com. (TribunWow.com)

Tags:
Ruhut SitompulPartai DemokratIsu Kudeta Partai DemokratGerakan Politik Ambil Alih Partai DemokratMoeldokoJokowi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved