Breaking News:

Terkini Internasional

Reaksi AS Pasca Ledakan di Arab Saudi, Joe Biden akan Batalkan Kebijakan Trump: Hapus Label Teroris

Pemerintahan Amerika Serikat (AS) bereaksi atas ledakan besar di Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (26/1/2021) lalu.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Rekarinta Vintoko
AFP
Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih, Joe Biden. Terbaru, pemerintah AS bereaksi atas ledakan besar di Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (26/1/2021) lalu. 

TRIBUNWOW.COM - Pemerintahan Amerika Serikat (AS) bereaksi atas ledakan besar di Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (26/1/2021) lalu.

Dilansir TribunWow.com dari Aljazeera, hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS yang baru terpilih, Antony Blinken.

Diketahui ledakan itu terjadi tidak lama setelah Presiden AS terpilih Joe Biden menyatakan sumpahnya di hadapan negara dan masyarakat AS.

Ibu kota Arab Saudi, Riyadh, terletak 700 kilometer dari perbatasan. Riyadh jarang menjadi sasaran serangan kelompok pemberontak karena terletak jauh dari perbatasan.
Ibu kota Arab Saudi, Riyadh, terletak 700 kilometer dari perbatasan. Riyadh jarang menjadi sasaran serangan kelompok pemberontak karena terletak jauh dari perbatasan. (AFP)

Baca juga: Heboh Ledakan di Riyadh, Kejadian 3 Hari Lalu saat Arab Saudi Blokir Rudal Diduga Jadi Pemicu

Menurut Blinken, pemerintahan Biden akan segera merevisi label teroris yang disematkan kepada kelompok pemberontak asal Yaman, Houthi.

Pelabelan terorisme itu merupakan kebijakan Presiden AS terdahulu, Donald Trump, yang kini digantikan Biden.

Blinken menilai kebijakan Trump itu akan memperparah krisis kemanusiaan di kawasan Timur Tengah, yang saat ini sudah disebut sebagai yang terburuk di dunia.

Ia menegaskan pemerintahan Biden akan merombak pelabelan terorisme ini sesegera mungkin.

Dikutip dari al-monitor.com, Kementerian Keuangan AS pada pemerintahan Biden menyatakan akan segera menghapus pembatasan transaksi keuangan dengan kelompok atau organisasi yang berasosiasi dengan Houthi.

Namun pembatasan akan tetap berlaku bagi para pemimpin kelompok yang telah dinyatakan sebagai pemberontak.

Revisi ini dipertimbangkan setelah beberapa organisasi aktivis HAM mengkritisi kebijakan Trump terhadap Houthi.

Diketahui kelompok pemberontak tersebut disinyalir menjadi dalang terhadap ledakan di Riyadh.

Baca juga: Kelompok Tak Dikenal Klaim Bertanggung Jawab atas Ledakan Besar di Arab Saudi: Telah Memenuhi Janji

Pasalnya tiga hari sebelum kejadian, militer Arab Saudi memblokir serangan misil rudal dari Houthi yang diarahkan ke Riyadh.

Pemerintahan Arab Saudi sendiri berperan mengintervensi penggulingan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi oleh kelompok Houthi pada 2015.

Sejak saat itu kelompok Houthi melancarkan sejumlah serangan ke arah Arab Saudi, terutama ke Riyadh.

Namun sebelumnya serangan Houthi belum pernah mencapai Riyadh yang berada 700 kilometer dari perbatasan.

Halaman
12
Tags:
Arab SaudiRiyadhDonald TrumpLedakanTerorAmerika SerikatJoe Biden
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved