Breaking News:

Terkini Internasional

Heboh Ledakan di Riyadh, Kejadian 3 Hari Lalu saat Arab Saudi Blokir Rudal Diduga Jadi Pemicu

Suara ledakan dahsyat menghebohkan warga Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (26/1/2021) lalu.

AFP
Ibu kota Arab Saudi, Riyadh, terletak 700 kilometer dari perbatasan. Riyadh jarang menjadi sasaran serangan kelompok pemberontak karena terletak jauh dari perbatasan. 

TRIBUNWOW.COM - Suara ledakan dahsyat menghebohkan warga Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (26/1/2021) lalu.

Dilansir TribunWow.com, ledakan itu terjadi sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Menurut keterangan saksi mata di Riyadh, suara ledakan terdengar dua kali dan gumpalan asap menghiasi langit ibu kota Arab Saudi tersebut.

Serangan udara yang diluncurkan Houthi sebelumnya jarang sekali mencapai ibu kota Riyadh.
Serangan udara yang diluncurkan Houthi sebelumnya jarang sekali mencapai ibu kota Riyadh, Selasa (26/1/2021). (AFP PHOTO/FRANCK FIFE)

Baca juga: Dituding sebagai Pengirim Rudal yang Sebabkan Ledakan di Riyadh, Kelompok Houthi Berikan Bantahan

Sejumlah video yang menunjukkan detik-detik ledakan juga menjadi viral di media sosial.

Namun pemerintah Arab Saudi belum memberikan pernyataan resmi terkait ledakan ini.

Dikutip dari dailysabah.com, diduga serangan misil rudal dan drone dilakukan oleh kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran.

Serangan tersebut diperkirakan menargetkan bandara sipil dan infrastruktur perminyakan di Arab Saudi yang ada di sekitar Riyadh.

Diketahui tiga hari sebelumnya koalisi militer Arab Saudi memblokir serangan misil serupa yang diarahkan ke Riyadh pada Sabtu (23/1/2021).

Pemerintah Arab Saudi mengklaim serangan itu dilakukan kelompok yang sama melalui drone.

Baca juga: Kelompok Tak Dikenal Klaim Bertanggung Jawab atas Ledakan Besar di Arab Saudi: Telah Memenuhi Janji

Dikutip dari middleeasteye.net, diketahui Houthi merupakan kelompok pemberontak dari Yaman yang mulai beraksi sejak 2015.

Saat itu pemerintah di Riyadh berupaya memimpin koalisi militer internasional demi memperbaiki pemerintahan Yaman yang digulingkan kelompok Houthi.

Arab Saudi melakukan intervensi untuk mendukung Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi.

Sejak saat itu Arab Saudi kerap menjadi target penyerangan Houthi, terutama di kawasan perbatasan.

Namun jarang serangan Houthi yang diluncurkan menggunakan drone dapat mencapai ibu kota Riyadh yang berada 700 kilometer dari perbatasan.

Meskipun begitu, Houthi membantah menjadi dalang di balik serangan yang menghebohkan Riyadh pada Selasa lalu.

Kronologi Kejadian

Dikutip TribunWow.com dari DW.com, Kamis (28/1/2021), belum diketahui penyebab dari ledakan tersebut, terlebih otoritas Arab Saudi juga belum memberikan keterangannya.

Baca juga: Rekam Jejak Kapolri Listyo Sigit, Jadi Kapolres Solo 2011, Ajudan Jokowi hingga Tangani Kasus Besar

Namun kabar yang beredar, berdasarkan laporan dari sebuah stasiun TV negara, Al Arabiya menyebut bahwa ledakan diakibatkan oleh serangan rudal.

Rudal tersebut diduga dihadang di angkasa oleh militer setempat sebelum sampai ke Riyadh hingga menyebabkan ledakan besar dan suara yang cukup keras.

Menurut seorang saksi mata mengaku melihat dan mendengar saat terjadinya ledakan di atas Kota Riyadh.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved