Breaking News:

Terkini Internasional

Reaksi AS Pasca Ledakan di Arab Saudi, Joe Biden akan Batalkan Kebijakan Trump: Hapus Label Teroris

Pemerintahan Amerika Serikat (AS) bereaksi atas ledakan besar di Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (26/1/2021) lalu.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Rekarinta Vintoko
AFP
Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih, Joe Biden. Terbaru, pemerintah AS bereaksi atas ledakan besar di Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (26/1/2021) lalu. 

Diketahui kelompok pemberontak tersebut disinyalir menjadi dalang terhadap ledakan di Riyadh.

Baca juga: Kelompok Tak Dikenal Klaim Bertanggung Jawab atas Ledakan Besar di Arab Saudi: Telah Memenuhi Janji

Pasalnya tiga hari sebelum kejadian, militer Arab Saudi memblokir serangan misil rudal dari Houthi yang diarahkan ke Riyadh.

Pemerintahan Arab Saudi sendiri berperan mengintervensi penggulingan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi oleh kelompok Houthi pada 2015.

Sejak saat itu kelompok Houthi melancarkan sejumlah serangan ke arah Arab Saudi, terutama ke Riyadh.

Namun sebelumnya serangan Houthi belum pernah mencapai Riyadh yang berada 700 kilometer dari perbatasan.

Houthi sendiri membantah pihaknya mengirim rudal yang mengakibatkan ledakan pada Selasa lalu.

Arab Saudi Blokir Rudal Diduga Jadi Pemicu Serangan Houthi

Suara ledakan dahsyat menghebohkan warga Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (26/1/2021) lalu.

Dilansir TribunWow.com, ledakan itu terjadi sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Menurut keterangan saksi mata di Riyadh, suara ledakan terdengar dua kali dan gumpalan asap menghiasi langit ibu kota Arab Saudi tersebut.

Baca juga: Dituding sebagai Pengirim Rudal yang Sebabkan Ledakan di Riyadh, Kelompok Houthi Berikan Bantahan

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved