Terkini Daerah
Selalu Dihujat Tak Berguna, Anak Pembunuh Ibu: Jadi Ragu Aku Ini Anak Kandung atau Bukan
Anak yang membunuh ibu kandungnya sendiri mengaku sering dihina oleh korban sebagai anak yang tak berguna dan selalu kena marah.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
Dikutip TribunWow.com dari SRIPOKU.com, semua bermula ketika sang ibu menjual sebuah rumah keluarga seharga Rp 80 juta.
"Motifnya karena harta warisan," ungkap Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi ketika diwawancarai usai menghadiri rapat di gedung Pemkot Prabumulih, Senin (25/1/2021).
Setelah memeroleh Rp 80 juta dari hasil penjualan rumah, korban menggunakannya untuk membeli sebuah rumah baru.
Tak semua uang korban habis digunakan untuk membeli rumah baru, sisa uang itu kemudian digunakan oleh korban untuk membayar utang pelaku yang merupakan anak kandungnya sendiri.
Meskipun menerima bantuan dari sang ibu, pelaku merasa tak puas karena dinilai bantuan ibunya terlalu sedikit.
"Tersangka merasa kurang lalu meminta lagi sama emaknya tapi tidak dikasih lalu dibacok," jelas Kapolres Prabumulih.
Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, pelaku adalah pedagang yang memiliki banyak utang.
"SB ini pedagang dan banyak utang, sementara hasil penjualan warisan ini banyak lebih dan rencananya akan dibayarkan utang tersangka tapi mungkin kurang lalu minta lagi, nggak dikasih lalu dibacok pakai parang," tuturnya.
Baca juga: Tingkah Wanita Pelaku Mesum Halte Bus Senen saat Dibawa ke RS Polri, Menolak Dipegang Polisi
Pada jasad korban ditemukan sejumlah luka yang diakibatkan oleh serangan pelaku.
Luka-luka tersebut di antaranya adalah luka di leher korban karena benda tajam, dan sejumlah luka lain yang ada di jasad korban.
Selain luka korban, pihak kepolisian berhasil mengungkap cara pelaku menghabisi korban.
"Pelaku memiliki riwayat ayan dan gangguan kejiwaan, pelaku membunuh ibu sendiri dengan cara membacok menggunakan parang," jelas Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SH SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman ketika diwawancarai, Senin (25/1/2021).
Kesehariannya, pelaku biasa berjualan makanan pempek di kawasan Pasar Tradisonal Modern (PTM) kota Prabumulih.
Pihak kepolisian juga menyebut, pelaku diduga memiliki gangguan jiwa.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SH SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman dan Kapolsek Prabumulih Timur AKP Herman Rozi.