Terkini Daerah
Curhat Siswi Non-Muslim di Padang yang Diminta Pakai Jilbab sejak SD: Saya Gak Terpaksa Lagi Kok Pak
Siswa SMK Negeri 2 Padang, Eka Maria Putri Waruhu memberi kesaksian soal aturan pemakaian jilbab bagi siswi non-muslim.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Claudia Noventa
Simak videonya berikut ini:
Tanggapan Eks Wali Kota Padang
Mantan Wali Kota (Walkot) Padang, Sumatera Barat, Fauzi Bahar buka suara soal kontroversi atura pemakaian jilbab untuk sisw non-muslim.
Sebagai orang yang membuat aturan tersebut, Fauzi mengaku sudah memiliki pengetahuan yang cukup untuk membentuk karakter siswi di Kota Padang.
Hal itu diungkapkannya seiring dengan kontroversi aturan pemakaian jilbab untuk siswa non-muslim di Kota Padang.

Baca juga: Menaker Ida Fauziyah Tak Rasakan Keluhan setelah Dinyatakan Positif Covid-19, Kini Isolasi Mandiri
Baca juga: Kasus Aturan Jilbab di SMKN 2 Padang, MUI Beri Kecaman: Yang Diskriminatif Melarang Keyakinannya
Seperti yang dituturkannya dalam kanal YouTube Apa Kabar Indonesia tvOne, Minggu (24/1/2021).
"Hanya ini miskomunikasi antara seorang wakil kepala sekolah dan wali murid," kata Fauzi.
"Dari sekian puluh ribu atau jutaan siswa sejak 2015 sampai sekarang, ini cuma terjadi satu per sejuta."
Fauzi mengatakan dari sekian banyak siswi non-muslim di Padang, hanya satu orang yang melayangkan protes.
Ia pun membantah kabar yang beredar soal banyaknya siswa non-muslim yang tak menerima aturan itu.
"Kalau disebutkan tadi 46 orang itu bohong, enggak semuanya," ujar Fauzi.
"Kalau segitu jumlah anak non-muslim iya, tapi yang protes cuma satu ini sesungguhnya."
Baca juga: Fakta soal Wajib Berjilbab di SMKN 2 Padang, Ternyata Aturan sejak 2005 yang Baru Diprotes Sekarang
"Saya juga menyarankan, saya orang pendidikan, orang hukum juga."
"Tapi Diknas sebenarnya menggali kearifan lokal ini," sambungnya.
Lebih lanjut, Fauzi mengklaim memiliki cukup pengetahuan untuk mendidik murid di Kota Padang.