Breaking News:

Virus Corona

Erick Thohir Akhirnya Ungkap Alasan Pemerintah Utamakan Vaksin Covid-19 dari China

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkapkan alasan pemerintah lebih mengutamakan vaksin Covid-19 dari China, yakni Sinovac.

Tribunnews.com/Herudin
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkapkan alasan pemerintah lebih mengutamakan vaksin Covid-19 dari China, yakni Sinovac. 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkapkan alasan pemerintah lebih mengutamakan vaksin Covid-19 dari China, yakni Sinovac.

Terlepas dari adanya pro dan kontra soal vaksin Sinovac, Erick Thohir menyebut pemerintah memiliki pertimbangan tersendiri sebelum membeli vaksin asal China itu.

Dilansir TribunWow.com dari kanal YouTube KompasTV, Rabu (20/1/2021), Erick Thohir mengaku sudah melakukan penjajakan awal kepada semua negara pemproduksi vaksin.

Sebanyak 17 tenaga medis yang terdiri dari 5 tenaga medis dari Puskemas Gambir dan 12 tenaga medis dari Dinas Kesehatan menerima vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Gambir, Cideng, Jakarta Pusat  , Kamis (14/1/2021).  Mereka yang dapat divaksin Covid-19 adalah kelompok umur 18-59 tahun. Dan Yang tak boleh disuntuk Vaksin Covid-19 mereka yang masih berusia dibawah 18 tahun, Ibu hamil dan menyusui, mengalami gejala ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) seperti batuk, pilek, sesak napas dalam 7 hari terakhir, pernah terpapar dan dalam pasien Covid-19 yang dalam perawatan. Wartakota/Henry
Sebanyak 17 tenaga medis yang terdiri dari 5 tenaga medis dari Puskemas Gambir dan 12 tenaga medis dari Dinas Kesehatan menerima vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Gambir, Cideng, Jakarta Pusat , Kamis (14/1/2021). (WARTAKOTA/Henry Lopulalan)

Baca juga: Menkes Sebut RI Beruntung Amankan 600 Juta Vaksin Covid-19: Jadi untuk Cover kalau Ada Apa-apa

Baca juga: Ini Riwayat Penyakit yang Tak Bisa Terima Vaksin Covid-19, Bagaimana dengan Ibu Hamil dan Menyusui?

Dirinya mengatakan pemilihan vaksin Sinovac tidak terlepas dengan hubungan dagang yang baik antara Indonesia dengan China.

Pasalnya menurutnya, hanya China dan Uni Emirat Arab yang merespon baik permintaan vaksin dari Indonesia.

Sedangkan di satu sisi, ia mengaku Indonesia membutuhkan vaksin dengan cepat guna mengendalikan pandemi Covid-19 yang cukup tinggi.

"Bersama Ibu Menlu untuk mencoba melakukan penjajakan untuk vaksin," ujar Erick Thohir, dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (20/1/2021).

"Kenapa juga dua negara tujuan saat itu yaitu UAE dan China karena memang sejak awal ketika kita mengontak para pembuat vaksin dari negara Eropa dan Amerika, responnya sangat rendah," jelasnya.

"Hal itu kita jajaki tentu sebagai BUMN. BUMN bertemu BUMN China, bertemu dengan BUMN UAE."

Setelah mendapatkan vaksin Sinovac, Erick Thohir mengatakan persoalan tidak lantas selesai.

Halaman
123
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved