Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 Yuni Dwi Berhasil Diidentifikasi Menggunakan Sikat Gigi

Sebanyak lima jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victims Identification (DVI) Polri .

Capture YouTube Kompas TV
Temuan potongan sayap pesawat berlogo Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, Jumat (15/1/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Sebanyak lima jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victims Identification (DVI) Polri .

Adapun jenazah yang berhasil teridentifikasi Fao Nuntius Zai, bayi berumur 11 bulan, Yuni Dwi Saputri (34); Iuskandar (52); Oke Dhurrotul Jannah (24), seorang pramugari; dan satu lagi tidak disebutkan namanya.

“Sedangkan kelima tak bisa disebutkan karena keluarganya menginginkan agar identitasnya tak disampaikan dan kami menghargai dan menghormatinya," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas (Karopenmas Divhumas) Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam rekaman suara yang diterima Kompas.com, Minggu (17/1/2021) malam.

Baca juga: Kisah Tim Penyelam Sriwijaya Air Harus Terapi Dekompresi di Hari ke-9, Alami Sejumlah Gejala Pusing

Prosesi pemakaman jenazah Dinda Amalia, korban kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ 182 asal Kabupaten Kubu Raya, di Pemakaman Muslim Sungai Durian, Kabupaten Kubu Raya, pada Minggu 17 Januari 2021 pagi.
Prosesi pemakaman jenazah Dinda Amalia, korban kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ 182 asal Kabupaten Kubu Raya, di Pemakaman Muslim Sungai Durian, Kabupaten Kubu Raya, pada Minggu 17 Januari 2021 pagi. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Abrori)

Rusdi mengatakan, kelima jenazah berhasil diidentifikasi berdasarkan DNA.

Sementara itu, Kepala Laboratorium DNA Pusat Kedokteran Kesehatan (Pusdokkes) Polri, Kombes Dr. Ratna menjelaskan sumber identifikasi para jenazah Sriwijaya Air.

“Yang pertama adalah dengan nokor antemortem 15 atas nama Fao Nuntius Zai, jenis kelamin laki-laki, teridentifikasi menggunakan pembanding dari ayah kandung,” ujar Ratna dalam rekaman suara.

Jenazah kedua Yuni Dwi Saputri (34) dengan jenis kelamin perempuan. Tim DVI Polri menggunakan data DNA Yuni menggunakan properti sikat gigi miliknya.

“Tapi kalau ini menggunakan properti sebagai kepemilikan pribadi. Jadi ini properti milik Yuni Dwi Saputri yang diberikan keluarganya,” ujar Ratna.

Tim DVI Polri mendapatkan DNA milik Yuni secara utuh lewat sikat gigi.

Penelurusan DNA lewat properti sikat gigi berbeda jika menelusuri DNA lewat orangtua.

Baca juga: Operasi Pencarian Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air Kembali Diperpanjang, Basarnas Ungkap 2 Alasannya

“Kalau yang orangtuanya adalah separuh punyanya ibu, separuh punyanya ayah,” tambah Ratna.

Iuskandar (52), berjenis kelamin laki-laki. Tim DVI Polri mendapatkan data pembanding dari anak kandungnya.

Oke Dhurrotul Jannah diidentifikasi menggunakan data DNA pembanding dari ibu kandung.

Hingga saat ini, dari total 62 korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, sebanyak 29 korban telah berhasil teridentifikasi.

Rusdi mengatakan, tim DVI Polri akan terus melakukan proses identifikasi sehingga polisi bisa memberikan kepastian pada keluarga korban.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Tags:
PesawatSriwijaya AirDisaster Victim Investigation (DVI)JenazahSikat gigi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved