Breaking News:

Vaksin Covid

BREAKING NEWS - BPOM Umumkan Hasil Uji Klinis Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac

Kepala BPOM Penny K Lukito mengumumkan hasil penelitian terhadap vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
AFP/Nelson Almeid
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Kepala BPOM Penny K Lukito mengumumkan hasil penelitian terhadap vaksin Covid-19 buatan Sinovac. 

Selain itu, hasil evaluasi terhadap vaksin buatan Sinovac menunjukkan kemampuan pembuatan antibodi dalam tubuh dan kemampuan untuk membunuh atau menetralkan virus.

Maka dari itu, vaksin ini memenuhi standar penggunaan dalam situasi darurat.

"Badan POM memberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergency use authorization yang pertama kali kepada vaksin Coronavac produksi Sinovac Bio Tech yang bekerja sama dengan Bio Farma," jelas Penny.

Simak videonya:

MUI Tetapkan Vaksin Covid-19 Halal dan Suci

Ketua Harian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni'am Sholeh mengumumkan hasil kajian terhadap vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Kabar Petang di TvOne, Jumat (8/1/2021).

Diketahui pemerintah menetapkan program vaksinasi pada 14 Januari 2021 mendatang.

Baca juga: Tokoh Agama Termasuk Kelompok Prioritas Penerima Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan Wiku Adisasmito

Sementara itu masyarakat menantikan fatwa dari MUI dan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Asrorun menyebutkan fatwa terkait vaksin sudah dibahas sejak awal oleh MUI.

"Dalam perspektif hukum Islam, halal dan tayib (baik) itu satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam pembahasan tentang produk vaksin, termasuk vaksin produksi Sinovac," kata Asrorun Ni'am Sholeh.

Ketua Harian MUI Asrorun Ni'am Sholeh mengumumkan hasil kajian terhadap fatwa halal vaksin Covid-19 buatan Sinovac, dalam Kabar Petang, Jumat (8/1/2021).
Ketua Harian MUI Asrorun Ni'am Sholeh mengumumkan hasil kajian terhadap fatwa halal vaksin Covid-19 buatan Sinovac, dalam Kabar Petang, Jumat (8/1/2021). (Capture YouTube TvOne)

Ia menyebut Komisi Fatwa lebih banyak fokus kepada aspek kehalalan produk vaksin.

Asrorun menjelaskan proses kajian diawali dari audit yang dilakukan tim dari MUI.

Tim ini telah memeriksa komposisi serta proses produksi vaksin di Sinovac.

Halaman
123
Tags:
VaksinCovid-19Virus CoronaBadan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)SinovacTribunWow.com
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved