Terkini Daerah
Dipanggil Keluar Rumah, Ketua RT Saksikan Warganya yang Terduga Teroris Ditembak: Sudah Terkapar
Ketua RT Iwan mengungkapkan kesaksiannya atas kejadian penembakan teroris di Perumahan Villa Mutiara Biru, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
Dikutip dari Kompas.com, Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam jaringan JAD diduga terlibat pengeboman gereja di Jolo, Filipina pada Januari 2019.
MR dan SA berperan sebagai pengirim dana bagi pelaku bom bunuh diri di gereja tersebut.
JAD juga diduga merupakan bagian dari pendukung khilafah yang terafiliasi dengan organisasi militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Pasalnya anggota JAD diketahui pernah berangkat ke Suriah pada 2016 lalu.
Namun keberangkatan itu digagalkan saat mereka ada di Bandara Soekarno-Hatta.
Merdisyam menyebutkan kelompok JAD juga membuat kajian khusus di Makassar.
Baca juga: Diperintahkan Langsung Pendiri JI, Pengakuan Teroris Zulkarnaen Buat Tim Generasi Baru: Saya Diklat
"Kemudian juga melakukan kajian khusus pendukung Daulah (JAD) di Villa Mutiara yayasan Ar Ridho," ungkap Merdisyam.
Ia mengungkapkan dugaan kegiatan jaringan kelompok JAD dipusatkan di perumahan tersebut.
"Adapun keterlibatan dari dua orang meninggal yang melakukan perlawanan tersebut bahwa kedua tersangka dan jaringannya yang terpusat di Villa Mutiara merupakan jaringan JAD," kata Irjen Pol Merdisyam.
MR dan SA yang ditembak mati diketahui mengadakan latihan rutin menembak dan naik gunung bersama kelompoknya sejak Oktober 2020.
Polisi menyita sejumlah senjata tajam jenis parang, busur, anak panah, dan senapan angin PCP.
"Sampai saat ini sementara didatakan tapi bahan peledak tidak ada," kata Merdisyam. (TribunWow.com/Brigitta)