Vaksin Covid
Perkembangan Terkini Vaksinasi Covid-19: Data Uji Klinis Vaksin Sinovac Tunjukkan Hasil Baik
Saat ini, proses uji klinis vaksin Covid-19 yang berasal dari perusahaan farmasi asal China, Sinovac masih dilakukan oleh BPOM di PT Bio Farma.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Masyarakat harus lebih sabar menanti vaksinasi Covid-19 di Tanah Air.
Saat ini, proses uji klinis vaksin Covid-19 yang berasal dari perusahaan farmasi asal China, Sinovac masih dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di PT Bio Farma, Bandung.
Dari uji klinis sejauh ini, data-data yang dihasilkan rupanya menunjukkan hasil yang baik dari segi khasiat vaksin tersebut.
Baca juga: Pemerintah Segera Teken Kerja Sama Pengadaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Pfizer, Ini Kata Menkes
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengatakan, sejauh ini data-data uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac yang sudah tiba di Tanah Air menunjukkan hasil positif.
Selain di Indonesia, vaksin Sinovac saat ini tengah diuji klinis di Brasil, Turki, dan Chile.
Uji klinis
Penny mengatakan, uji klinis di Brasil dan Turki sudah ada hasil yang bisa dicocokkan dengan pengujian di Indonesia yang digelar di Bandung.
Dari hasil komunikasi, kata dia, data-data hasil uji klinis di Brasil dan Turki ditemukan konsisten dengan data-data pengujian yang dilakukan di Bandung.
"Sampai saat ini, data-data menunjukkan hasil yang baik sehingga ini terus meningkatkan rasa percaya diri kami sebagai evaluator sehingga hasilnya akan jadi baik," kata Penny usai penandatanganan peningkatan suplai komitmen letter vaksin dari perusahaan AstraZeneca dan Novavax pada Rabu (30/12/2020).
Penny mengatakan, saat ini pihaknya juga masih menunggu data hasil interim tiga bulan yang akan diberikan pada BPOM awal minggu pertama Januari 2021 dari tim uji klinis vaksin Sinovac.
Baca juga: Tambahan 1,8 Juta Dosis Vaksin Sinovac akan Segera Tiba di Indonesia, Ini Kata Retno Marsudi
Tidak ada laporan efek samping
Data tersebut akan menunjukkan data efektivitas vaksin yang sedang dipersiapkan oleh tim peneliti.
"Kami juga sudah melakukan rolling submission, registrasi pendaftaran emergency use authorization (EUA) yang dilakukan bertahap," kata Penny.
"Hasil-hasil data sementara uji klinis dari hasil pengamatan setelah penyuntikan kedua yang sudah selesai dan pengamatan selama 1, 3, dan 6 bulan, bertahap sudah diberikan," lanjut dia.
Oleh karena itu, pihaknya juga sudah melakukan tahapan evaluasi agar EAU untuk vaksin tersebut bisa dikeluarkan dengan cepat.