Breaking News:

Vaksin Covid

Tambahan 1,8 Juta Dosis Vaksin Sinovac akan Segera Tiba di Indonesia, Ini Kata Retno Marsudi

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, sebanyak 1,8 juta vaksin Covid-19 dari Sinovac, China akan tiba di Indonesia.

Editor: Claudia Noventa
Dok Kemlu RI
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi di Jakarta, Kamis (17/9/2020). Terbaru, Kemenlu RI telah menuntut klarifikasi dari pihak Kedubes Jerman di Jakarta soal kunjungan Staf Kedutaan Jerman ke markas FPI. 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, sebanyak 1,8 juta vaksin Covid-19 dari Sinovac, China akan tiba di Indonesia.

Dengan penambahan itu, maka vaksin Sinovac yang ada di Indonesia mencapai 3 juta dosis vaksin.

"Sebelumnya sudah sampai 1,2 juta dosis vaksin," tutur Retno dalam konferensi pers virtualnya, Rabu (30/12/2020).

Baca juga: Vaksin Sinovac Diutamakan Didistribusikan untuk Wilayah dengan Risiko Penularan Covid-19 Tertinggi

Baca juga: Targetkan Beri Vaksin Covid-19 pada 181,5 Juta Jiwa, Ini Orang-orang yang Bakal Jadi Prioritas

 

Selain itu, pada Januari 2021, akan kembali tiba 30 juta bahan baku vaksin Covid-19 dari Sinovac, China.

"Hari ini juga diserahkan sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari BPOM ke Bio Farma," tutur Retno.

Itu artinya, fasilitas produksi Bio Farma layak untuk memproduksi vaksin Covid-19. Tanpa sertifikat tersebut, Bio Farma tidak dapat memproduksi vaksin.

Untuk mengamankan ketersediaan vaksin, Indonesia juga menandatangani kerja sama pengamanan vaksin dari AstraZeneza dan Novavax, masing-masing sebanyak 20 juta dosis.

Langkah ini diambilnya untuk mengamankan ketersediaan vaksin dari range 3-20 persen jumlah penduduk.

Mengenai jalur diplomasi yang ditempuh, Retno menjelaskan, dari awal pandemi, pihaknya berkoordinasi untuk mengamankan vaksin.

Baca juga: Menkes Sebut Vaksinasi Covid-19 Dilakukan secara Bertahap, Pertama untuk 1,3 Juta Tenaga Kesehatan

Baca juga: Alasan Ridwan Kamil Tak Bisa Ikuti Jejak Jokowi Jadi Penerima Vaksin Pertama: Dimulai dari Pak Wagub

Tidak hanya untuk kebutuhan vaksin nasional, tapi bagaimana Indonesia berkontribusi pada dunia.

Untuk pengamanan vaksin tersebut, pihaknya menggunakan dua trek yakni bilateral dan multilateral. Untuk bilateral pihaknya kerja sama dengan berbagai pihak.

Sedangkan multilateral mereka bekerja sama dengan WHO, CEPI, dan lainnya.

Baca juga: Ini Perhitungan Pemerintah soal Kelompok yang Divaksin Covid-19, Menkes Budi: Butuh 426 Juta Dosis

Hasilnya, Indonesia bekerjasama dalam pengadaan vaksin baik dari Sinovac, AstraZeneca, maupun Novavax.

"Kami berusaha mengamankan (vaksin) dari range 3-20 persen jumlah penduduk. Para diplomat kami di Geneva dan semua stakeholder bekerja untuk mengamankan vaksin ini," ucap dia.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pembelian vaksin dari dua perusahaan besar dunia Kanada dan Inggris ini memberikan variasi yang cukup untuk rakyat Indonesia.

"Tahap pertama mengenai penyediaan persetujuan vaksin insya Allah bisa diselesaikan 1-2 minggu. Sehingga kami di Kemenkes bisa masuk ke tahap kedua, bagaimana mendistribusikan vasin ke seluruh pelosok Indonesia dalam waktu singkat," tutur dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Besok, Tambahan 1,8 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

Sumber: Kompas.com
Tags:
VaksinVirus CoronaCovid-19Retno MarsudiSinovac
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved