Breaking News:

Terkini Nasional

Pengamat Ungkap Dampak dari Pelarangan Kegiatan FPI: Ini Persis seperti yang Terjadi di HTI

Pengamat Politik Burhanuddin Muhtadi buka suara menanggapi pembubaran atau lebih tepatnya pelarangan kegiatan ormas Front Pembela Islam (FPI).

YouTube/Apa Kabar Indonesa tvOne
Pengamat Politik Burhanuddin Muhtadi buka suara menanggapi pembubaran atau lebih tepatnya pelarangan kegiatan ormas Front Pembela Islam (FPI). 

TRIBUNWOW.COM - Pengamat Politik Burhanuddin Muhtadi buka suara menanggapi pembubaran atau pelarangan kegiatan organsisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI).

Seluruh kegiatan FPI resmi dilarang terhitung sejak diumumkan oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, Rabu (30/12/2020).

Dilansir TribunWow.com dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi 'tvOne', Kamis (31/20/2020), Burhanuddin mengaku justru mempunyai ketakutan tersendiri.

Pasukan polisi berpakaian lengkap saat menurunkan atribut Front Pembela Islam (FPI) di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2020). Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD dalam jumpa pers yang didampingi sejumlah menteri dan kepala lembaga menyatakan bahwa Pemerintah melarang aktivitas FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan FPI, karena FPI tidak lagi memiliki legal standing. keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 6 Pejabat Tertinggi. Mereka yang membubuhkan teken pada SK Bersama itu adalah Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Komunikasi dan Informatika, Jaksa Agung, Kapolri, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Pasukan polisi berpakaian lengkap saat menurunkan atribut Front Pembela Islam (FPI) di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2020). Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD dalam jumpa pers yang didampingi sejumlah menteri dan kepala lembaga menyatakan bahwa Pemerintah melarang aktivitas FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan FPI, karena FPI tidak lagi memiliki legal standing. (Tribunnews/JEPRIMA)

Baca juga: Respons Pemprov DKI soal Pelarangan Kegiatan FPI, Riza Patria Mengaku Belum Bisa Menindak

Baca juga: Kegiatan FPI Dilarang, Refly Harun Bandingkan Kasus Korupsi Kader Partai: Tak Ada Sanksi Pembubaran

Dalam kesempatan itu, Burhanuddin menilai bahwa yang dibubarkan atau dilarang itu adalah tidak lebih dari sebatas struktur organisasinya saja.

Sedangkan untuk ideologi dari FPI diyakini masih tetap ada dan tidak bisa dibubarkan.

Hal itu dibuktikan tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk membentuk organisasi baru yakni Front Persatuan Islam.

"Jadi karena yang dibubarkan itu struktur oraganisasinya saja, bukan ideologi," ujar Burhanuddin.

"Ideologi tidak bisa dibubarkan," imbuhnya.

Burhanuddin menilai keputusan yang dilakukan oleh pemerintah untuk menghentikan kegiatan FPI justru kurang tepat.

Bahkan menurutnya, dampak yang akan ditimbulkan dari keputusan tersebut bisa lebih berbahaya.

"Menurut saya pendekatan yang dipakai pemerintah itu hanya pendekatan hukum administrasi," kata Burhanuddin.

"Justru lebih berbahaya ketika FPI dibubarkan, maka FPI dengan mudah terutama eks-nya membuat organisasi-organisasi, kalau formal seperti Front Persatuan Islam mungkin lebih bagus, bisa kita kontrol," jelasnya.

Baca juga: Daftar Tokoh yang Deklarasikan Nama Baru FPI Jadi Front Persatuan Islam, Aziz: Itu Kendaraan Baru

Dikatakannya tidak menutup kemungkinan para eks FPI itu justru mendirikan organisasi-organisasi non formal.

Dirinya pun mencontohkan kasus pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved