Breaking News:

Terkini Nasional

E-Commerce dan Jasa Ekspedisi Andalan Perdagangan di Masa Depan

Hari Natal masuk dalam deretan momen penting bagi karyawan swasta asal Wonogiri, Dian Novita (23).

Penulis: Astini Mega Sari
Editor: Claudia Noventa
Istimewa
Suasana di gerai JNE Solo 

“Bisa sampai ke pelosok, harganya juga agak miring. Sangat membantu kalau mau kirim barang ke daerah terpencil. Hemat di kantong, pasti sampai,” pujinya.

Mendukung UMKM

Tak hanya pembeli yang diuntungkan dengan adanya e-commerce dan ekspedisi yang terus berinovasi. Para penjual pun ikut merasakannya. Apalagi di masa pandemi ini banyak orang yang terdampak PHK hingga akhirnya beralih ke penjualan online.

Salah satu pedagang online shop asal Solo, Layla Fitri, mengaku penjualannya meningkat selama pandemi. 

“Lumayan banget bisa digunakan untuk menambahi penghasilan selama pandemi ini,” terangnya saat diwawancara, Kamis (31/12/2020).

Layla menyadari pola jual beli masyarakat mulai bergeser ke online shop. Kondisi ini yang kemudian ditangkapnya sebagai peluang. Apalagi didukung jasa ekspedisi seperti JNE yang sudah mapan sejak lama dan memiliki cabang di berbagai daerah pelosok.

Komitmen JNE

VP of Marketing JNE, Eri Palgunadi, saat diwawancara melalui daring, Minggu (27/12/2020), mengatakan kebutuhan masyarakat akan layanan jasa pengiriman semakin tinggi di era pandemi. Adanya pembatasan penerbangan in-out luar negeri menyebabkan kiriman crossborder menurun tajam. Peningkatan signifikan berasal dari pengiriman transaksi e-commerce domestik.

“Kami juga mendapat pengecualian dari pemerintah untuk tetap bisa beroperasi melalui Surat Rekomendasi KEMENKOMINFO No. 728/DJPPI.6/PI.05.02/03/2020 tanggal 30 Maret 2020 tentang Upaya Penanganan Covid-19 sektor Pos dan Informatika,” kata Eri.

Eri menambahkan jika dibandingkan tahun lalu masih terdapat pertumbuhan. Namun bisa melihat ke depan, secara makro saat ini memasuki era Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity (VUCA). Secara cepat berubah dari VUCA menjadi Turbulence, Uncertainty, Unprdictability, Novelty, Ambiguity (TUNA ). Bahkan kita belum tahu kapan virus akan berakhir, daya beli masayarakat juga berkurang.

“Yang bisa kita lakukan adalah kita harus tetap optimis dan siap memberikan pelayanan prima kepada pelanggan dan tetap menjalankan protokel covid19 di semua jajaran dalam menjalankan Operasional perusahaan. Tentu saja jangan lupa juga kita semua berdoa pandemi segera berakhir,” harapnya.

Potensi bisnis logistik di Indonesia masih sangat besar. Mengutip Kontan.co.id, pendapatan bisnis logistik dan pergudangan bisa mencapai US$ 75,2 miliar atau naik 6,2% dari tahun lalu yang hanya US$ 70,8 triliun. Sementara pelaku bisnis logistiknya masih jauh dari potensi yang ada. JNE menanggapi positif atas hadirnya pemain jasa logistic lain baru. Hal ini sejalan dengan komitmen JNE untuk membangun ekosistem yang dapat meberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia.

Saat ini JNE fokus untuk mengembangkan bisnis JNE sendiri dengan mengedepankan inovasi yang dapat melancarkan proses bisnis secara keseluruhan. Terkait persaingan perusahaan logistic local JNE tetap bekerjasama dalam naungan organisasi ASPERINDO dengan motto Bersanding namun Bersaing. Tentunya dengan tetap menjaga etika bisnis untuk memperlancar dan meningkatkan perekonomian rakyat terutama kemajuan UKM.

“Kalau untuk pertumbuhan JNE sejauh ini sekitar 20-30% setiap tahunnya. Berturut-turut sejak booming e-commerce di tahun 2010 sampai saat ini,” terangnya.

Protokol Kesehatan

Suasana di gerai JNE Solo
Suasana di gerai JNE Solo (Istimewa)
Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
JNEHari NatalCovid-19Virus CoronaTribunWow.comJadwal pengiriman ekspedisi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved