Terkini Daerah
Tolak Maafkan 7 Tersangka, Ibu Korban Begal Sadis di Bekasi: Lebih Senang kalau Dihukum Mati
Putri Safitri tegas menginginkan agar 7 pemuda yang bertanggung jawab atas kematian putranya itu diberi hukuman mati.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Kesedihan mendalam dirasakan oleh Putri Safitri (34) yang kehilangan anaknya AP (16) karena dibegal oleh geng bernama Akatsuki 2018.
AP tewas seusai dikeroyok oleh 7 pemuda saat melintas di Jalan Perjuangan, Bekasi Utara, Jawa Barat, pada Senin (21/12/2020) lalu.
Meskipun senang para pelaku tertangkap, Putri meminta agar ketujuh pemuda yang membegal anaknya itu diberi hukuman mati.

Baca juga: Fakta Sopir Truk Ayam Potong Tewas Ditembak Begal di Mesuji, Modus Pelaku Tuduh Korban Ini
Dikutip dari Kompas.com, Putri bercerita, anaknya kala itu ia minta pulang karena telah larut malam.
Pada hari kejadian, AP tengah bermain ke rumah rekannya.
"Dia pergi ke rumah temannya sesudah maghrib. Saya suruh pulang, pulang anak saya. Nurut orangnya," ungkap Putri.
Putri sendiri menyatakan, menolak untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.
Ia ingin agar para tersangka diberi hukuman mati.
"Mereka sudah meresahkan warga Bekasi. Satu, geng motor. Dua, pakai senjata. Tiga, sudah buat anak saya begitu," tukasnya.
"Saya senang mereka sudah tertangkap. Lebih senang lagi kalau dihukum mati," ungkap Putri.
Diketahui 7 pemuda itu menamai diri mereka geng Akatsuki 2018 yang terdiri dari NF alias Belo (25), MN (25), A (18), MA (18), AMM (17), AWS (17), IDP (17).
Ketujuh pemuda itu dijerat Pasal 365 ayat 4 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimum 20 tahun atau seumur hidup, atau ancaman pidana mati.
Sebelumnya, aksi brutal geng Akatsuki 2018 itu sempat terekam kamera pengintai atau CCTV.
Pada rekaman kamera tersebut, nampak ketujuh pemuda mengeroyok AP Jalan Perjuangan, Bekasi Utara dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit pada Senin (21/12/2020) lalu.
Korban yang terus dikeroyok oleh ketujuh orang itu akhirnya tewas dengan kondisi badan penuh luka sabetan senjata tajam.
Baca juga: Pukul Kepala Anggota Akatsuki 2018, Ibu Korban Begal Harap Pelaku Dihukum Mati: Nyawa Dibalas Nyawa