Breaking News:

Terkini Daerah

Tolak Maafkan 7 Tersangka, Ibu Korban Begal Sadis di Bekasi: Lebih Senang kalau Dihukum Mati

Putri Safitri tegas menginginkan agar 7 pemuda yang bertanggung jawab atas kematian putranya itu diberi hukuman mati.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Ketujuh anggota Kelompok Akatsuki 2018 di Mapolres Metro Bekasi Kota, Senin (28/12/2020). 

Apalagi selama ini, AP memang terkadang menginap di sana.

"Enggak sempet hubungin, ya kalau main ke sana biasanya suka nginap dia cuma kadang-kadang suka enggak ngomong juga (mau menginap)," terangnya.

Lalu pada pukul 14.00 WIB, Sendi didatangi anggota kepolisian.

Mereka mengabarkan kabar kematian anaknya.

AP ditemukan tewas bersimbah darah.

Kabar ini membuat pihak keluarga sangat kaget.

Apalagi mereka sama sekali tidak memiliki firasat akan kematian AP.

"Pas siang jam 2 kira-kira baru dapat kabar dari polisi yang datang langsung ke rumah, kasi kabar anak saya meninggal cuma kronologisnya kita belum dikasi tahu," terang Sendi. (TribunWow.com/Anung/Gipty)

Artikel ini diolah dari Tribun Jakarta dengan judul Telepon Terakhir Anak yang Tewas Dibegal di Bekasi, Duka Sang Ayah: Dia Jawab, Iya Mau Pulang,Amarah Ibu Korban Begal di Bekasi Utara:Pukul Pelaku Pakai Botol Saat Digiring Polisi Menuju Tahanan,Sadisnya Geng Akatsuki saat Bertemu Korbannya, Tak Segan Mengayunkan Senjata Tajam dan Kompas.com dengan judul ""Tiada Maaf untuk Iblis dan Setan", Cerita Ibu Korban Begal Geng Akatsuki 2018"

Sumber: TribunWow.com
Tags:
BegalBekasiPembegalanPembunuhanBekasi UtaraAkatsuki 2018
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved