Vaksin Covid
Donald Trump Tunda Rencana Pemberian Vaksin Covid-19 ke Pejabat AS, Alasan Pasti Tak Diketahui
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana pemberian vaksin virus corona kepada pejabat Gedung Putih dalam beberapa hari mendatang.
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Di hari yang sama, regulator AS mengkonfirmasi vaksin buatan Pfizer/BioNTech 95% efektif, membuka jalan untuk disetujui bagi penggunaan darurat.
Sementara, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk memastikan warga Amerika Serikat mendapatkan prioritas menerima vaksin Covid-19 yang dikembangkan di negara tersebut.
Belum diketahui bagaimana keputusan ini diterapkan, karena perusahaan farmasi sudah menandatangani perjanjian menyediakan vaksin untuk negara-negara lain.
Trump sebelumnya mengatakan, ia berharap pihak berwenang akan menyetujui penggunaan vaksin segera. Ia juga mengatakan, badan-badan pemerintah siap untuk membagikan vaksin secara massal.
Baca juga: Siap Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19, IDI: Menjadi Contoh Masyarakat
Apa yang Dikatakan Biden?
Presiden terpilih Joe Biden menghadiri konferensi pers di Delaware pada Selasa (08/12), di mana ia memperkenalkan Jaksa Agung California, Xavier Becerra, sebagai nominasi untuk menteri kesehatan dan Rochelle Walensky sebagai kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
Dia menyatakan hari-hari pertamanya adalah "100 hari kita bisa mengubah haluan penyakit dan mengubah hidup di Amerika menjadi lebih baik".
Akan tetapi, dia memperingatkan bahwa penanganan virus corona bisa menjadi "lambat dan terhambat" jika Kongres tidak menyelesaikan pembahasan tentang dana bantuan dan segera menyetujui dana bantuan tersebut.
Di sisi lain, membuka kembali sekolah bagi anak-anak akan menjadi prioritas, katanya.
Sepekan sebelumnya, ia mengeluh bahwa dirinya tidak diberi tahu rencana pemberian vaksinasi oleh pemerintahan Trump.
Di antara tim kesehatan Biden, adalah Dr Anthony Fauci, sebagai kepala penasihat medis Covid-19.
Pakar penyakit menular itu juga menjadi penasihat tim Trump - dan sering kali menyalahkan pandangan Trump terkait Covid-19.
Trump menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan untuk memastikan bahwa orang Amerika mendapat prioritas pertama dalam menerima vaksin - sebuah langkah yang tampaknya mengikuti kebijakan America First yang sudah lama berlaku.
Trump mengatakan, "Setiap orang Amerika yang menginginkan vaksin akan bisa mendapatkan vaksin dan kami pikir pada musim semi kami akan berada dalam posisi, yang tidak akan dipercaya oleh siapa pun beberapa bulan yang lalu."
Pemerintahan Trump berharap untuk melakukan vaksinasi sebanyak 24 juta orang pada pertengahan Januari 2021.