Vaksin Covid
Donald Trump Tunda Rencana Pemberian Vaksin Covid-19 ke Pejabat AS, Alasan Pasti Tak Diketahui
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana pemberian vaksin virus corona kepada pejabat Gedung Putih dalam beberapa hari mendatang.
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Rencana vaksinasi, yang pertama kali dilaporkan oleh New York Times, dikonfirmasi oleh juru bicara Dewan Keamanan Nasional (NSC) John Ullyot.
Salah satu tujuan dari program tersebut adalah untuk membangun kepercayaan publik terhadap vaksin tersebut, katanya.
"Rakyat Amerika harus yakin bahwa mereka menerima vaksin yang aman dan efektif yang sama seperti yang diterima oleh pejabat senior pemerintah Amerika Serikat sebagaimana saran dari para profesional kesehatan masyarakat dan kepemimpinan keamanan nasional," kata Ullyot.
Namun, pada hari Minggu (13/12), Trump mengatakan bahwa para pejabat tinggi sekarang harus menunggu lebih lama.
"Orang-orang yang bekerja di Gedung Putih harus menerima vaksin agak lama dalam program tersebut, kecuali secara khusus diperlukan," katanya dalam sebuah tweet.
"Saya telah meminta agar penyesuaian ini dilakukan."
Belum jelas apa pengaruh tweet Trump terhadap upaya pemerintah untuk melindungi pejabat tinggi, kata kantor berita AP.
Baca juga: Ridwan Kamil Jalani Tes Vaksin Covid-19, Pamer Video Ambil Sampel Darah: Alhamdulillah Sehat
Presiden AS, yang tertular virus corona pada Oktober dan pulih setelah perawatan di rumah sakit, mengatakan dia belum dijadwalkan untuk menerima vaksin tetapi berharap untuk melakukannya "pada waktu yang tepat".
Dia sebelumnya mengeklaim "kebal" Covid-19, meskipun para ahli medis mengatakan belum jelas apakah orang yang telah pulih dari Covid-19 terlindungi dari infeksi kedua, dan jika demikian, berapa lama perlindungan ini bisa bertahan.
Telah terjadi penularan Covid-19 di Gedung Putih, dengan beberapa staf senior dan pejabat dinyatakan positif mengidap penyakit tersebut.
Yang terbaru adalah pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani, yang pekan lalu mengungkapkan bahwa dia dirawat dengan kombinasi obat yang sama dengan presiden.
Target Vaksinasi Biden
Presiden AS terpilih, Joe Biden, sebelumnya menetapkan target 100 juta vaksinasi Covid-19 dalam 100 hari pertamanya menjabat sebagai presiden.
Ia menjanjikan hal itu saat memperkenalkan tim kesehatannya pada Selasa (08/12).
Ia juga mendesak orang Amerika untuk "mengenakan masker selama 100 hari".