Habib Rizieq Shihab
Soal Pemeriksaan Habib Rizieq Shihab, Refly Harun: Seolah-olah Ini Menang-menangan dan Kalah-kalahan
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menanggapi penangkapan ataupun kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab di Polda Metro
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menanggapi penangkapan ataupun kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab di Polda Metro Jaya.
Habib Rizieq sempat dua kali kesempatan tidak hadir memenuhi panggilan sebagai saksi dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan.
Habib Rizieq akhirnya mendatangi Polda Metro Jaya setelah statusnya naik menjadi tersangka, Sabtu (12/12/2020).
Baca juga: Kuasa Hukum Pertanyakan Pasal yang Disangkakan ke Rizieq Shihab: Sangkaannya Apa?
Baca juga: Rizieq Shihab Ditahan setelah Jalani Pemeriksaan, Ini yang Jadi Alasan Polisi

Dilansir TribunWow.com dari kanal Youtube Refly Harun, Minggu (13/12/2020), Refly Harun memberikan apresiasi terhadap sikap dari Habib Rizieq.
Namun ia justru menyoroti sikap dari pihak kepolisian yang tidak mengabulkan permintaan Habib Rizieq yang meminta surat pemanggilannya sebagai tersangka.
"Ketika sudah ada tersangkanya Habib Rizieq berinisiatif untuk datang karena dia ingin datang ya dia minta surat pemanggilan," ujar Refly Harun.
"Tapi polisi tidak mau memberikan dengan alasan polisi mau menangkapnya. Saya merasa heran apa begitu penegakkan hukum itu," tanyanya.
Refly Harun lantas menilai pihak kepolisian ingin menunjukkan siapa yang kuat dan akan menang.
Apalagi sebelumnya sudah disampaikan ancaman untuk menangkap secara paksa Habib Rizieq.
"Jadi seolah-olah ini menang-menangan dan kalah-kalahan," kata Refly Harun.
"Siapa yang lebih kuat antara pendukung Habib Rizieq FPI dengan polisi, Polda Metro Jaya," jelasnya.
Baca juga: Diperiksa 10 Jam Lebih sebelum Ditahan, Rizieq Shihab Dicecar 84 Pertanyaan
Baca juga: Rizieq Shihab Langsung Ditahan setelah Pemeriksaan, Pakai Baju Oranye saat Digiring ke Mobil Tahanan
Menurut Refly Harun, tidak seharusnya pihak kepolisian memberikan ancaman kepada Habib Rizieq dan tidak perlu juga menunjukkan siapa yang lebih kuat antara keduanya.
Dirinya menyakini bahwa kepolisian lah yang jauh lebih kuat karena berstatus sebagai penegak hukum.
"Iya jelas polisi yang harus lebih kuat, karena kalau lebih lemah negara ini lumpuh, berarti negara ini dikuasai oleh kekuasaan di luar hukum," katanya.
"Karena polisi itu kuat dan percaya diri maka polisi tidak perlu menggunakan instrumen atau perkataan yang mengancam karena yang dijadikan tersangka sudah kooperatif," harap Refly Harun.