Terkini Daerah
Santri Alami Luka Bakar Gegara Disemprot Parfum Pakai Korek Api, Pihak Ponpes: Bukan Perundungan
Pondok Pesantren Al Irsyad memberikan klarifikasi atas luka bakar yang dialami oleh seorang santrinya terjadi karena permainan ekstrem para santri.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
Dalam kondisi penuh luka bakar, NA dibawa oleh teman-temannya ke kamar mandi.
Di sana ia diobati seadanya dengan dibasuh pakai air, mengompres luka korban menggunakan es, hingga memberikan pasta gigi ke luka bakar korban.
Pihak ponpes turut mengklarifikasi bahwa kabar korban diikat oleh rekannya menggunakan sarung adalah tidak benar.
"Saya mengkonfirmasi bila NA bukan diikat tapi dipegangi seorang temannya. Memang ada unsur kesengajaan. Kejadian ini juga bukan perundungan, tetapi bermain dan bergurau. Meski begitu, tindakan para santri tak dibenarkan karena berlebihan dan berbahaya," ungkap Huzeim.
Sebelum diklarifikasi oleh pihak ponpes, kabar mengenai dugaan penganiayaan itu muncul dari kakek korban Jamal.
Jamal menyebut, pihak Ponpes tempat korban menuntut ilmu sempat berupaya menutup-nutupi kasus ini.
"Kejadian penganiayaan (diduga) terjadi pada Sabtu (5/12/2020). Korban dipegang lalu diikat 14 anak hingga terjadi pembakaran itu, bahannya tidak tahu saya," kata Jamal saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Selasa (8/12/2020).
"Saya 24 jam di masjid pondok (selaku takmir). Sehingga saya tahu seluk-beluk di pondok. Cucu saya sempat tidak ada di pondok, saya pun tanya keberadaannya pada kemarin sore, Senin (8/12/2020). Teman-temannya dan sejumlah guru mengaku tak tahu keberadaan NA dan kejadian (dugaan) penganiayaan," terangnya.
Jamal bercerita, pihak keluarga sempat terkejut melihat NA pulang ke rumah dalam keadaan penuh luka bakar.
Baca juga: Kuasa Hukum Ngaku Temukan Sejumlah Keanehan di Jasad 6 Laskar FPI: Luka Beberapa Tidak Wajar
Rekan Korban Tak Ada yang Melapor
Sebelum akhirnya ketahuan oleh pihak pengurus Ponpes, rekan-rekan korban tidak ada yang melaporkan bahwa NA mengalami luka bakar.
Dikutip dari TribunJatim.com, Rabu (9/12/2020), mereka mengaku takut menerima hukuman dari Ponpes karena telah menyebabkan NA terluka akibat gurauan yang melewati batas.
"Kami pihak ponpes tak menutupi musibah yang telah menimpa NA. Justru Teman-temannya yang sengaja menutupi dari kami," kata, Mudir Kepesantrenan Ponpes Al Irsyad, Huzeim Miftah, Selasa (8/12).
Baca juga: Menyusul Tewasnya 6 Laskar FPI, Refly Harun Minta Habib Rizieq Penuhi Panggilan Polisi: Patuhi saja
Selama belum ketahuan, rekan-rekan NA mengurus segala kebutuhan NA mulai dari membawakan korban makanan hingga mengurus luka korban dengan perlengkapan seadanya.
"Padahal kami sudah meminta kepada para santri bila terjadi sesuatu langsung melapor pada guru penanggung jawab kamar atau guru pengabdian. Namun, mereka menutupinya," ujar Huzeim.