Terkini Daerah
Istri di Sumsel Tak Menyesal dan Bersyukur Ayah Bunuh sang Suami, 13 Tahun Sering Cekcok dan Dipukul
Maria Eka Susanti tak bergeming sedih saat ikut mempergakan proses rekonstruksi tewasnya sang suami, Bambang Ciptadi Lubis.
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Maria Eka Susanti tak bergeming sedih saat ikut memeragakan proses rekonstruksi tewasnya sang suami, Bambang Ciptadi Lubis.
Bambang Ciptadi Lubis tersebut tewas dibunuh oleh ayah kandung Maria.
Proses rekonstruksi digelar di Polsek Lubuklinggau Utara Kota Lubuklinggau Sumsel, Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (1/12/2020).

Baca juga: Wiku Adisasmito Sebut Pemerintah Pusat dan Daerah Sedang Lakukan Sinkronisasi Data Covid-19
Dalam proses rekontruksi tersebut, Maria memeragakan beberapa adegan, termasuk ikut membawa korban ke rumah sakit.
Kasus pembunuhan menantu oleh mertua ini sempat membuat heboh warga Kelurahan Sumber Agung Kecamatan Lubuklinggau Utara beberapa waktu lalu.
Pasalnya, Bambang tewas setelah ditusuk Anuar menggunakan pisau badik tepat di ulu hati hingga tembus ke belakang.
Maria mengaku tak sedikit pun menyesal suaminya meninggal dunia, ia malah bersyukur suaminya meninggal di tangan orangtua kandungnya.
"Saya tidak menyesal, saya sudah habis sakitnya, karena memang sudah sering ribut dengan dia (Bambang)," ungkapnya pada wartawan, Selasa (1/12/2020).
Maria menuturkan, bila ia dan almarhum suaminya selama 13 tahun membina rumah tangga kerap bertengkar, hampir setiap kali keduanya ribut.
Dalam setiap keributan terjadi suaminya selalu melontarkan kata-kata kasar dan kerap mengusirnya dari rumah.
Karena tak tak tahan Maria pun kabur dari rumah pulang ke rumah orangtuanya.
Baca juga: Serukan Azan Hayya Alal Jihad Sambil Bawa Golok, 7 Warga Desa di Majalengka Ngaku Khilaf: Mohon Maaf
"Dia (Bambang) setiap ribut sering mukul dan menghina, setiap hari dipukul saya tidak sakit, yang sakit orangtua saya dihina, dia mengatakan orangtua dan keluarga kamu miskin semua, selalu seperti itu,"ujarnya.
Dalam rekonstruksi 16 adengan tersebut, terungkap kasus pembunuhan itu bermula saat Bambang mendatangi rumah Anuar lalu langsung menemui istrinya Maria sembari marah-marah.
Kemudian ia langsung mendekati Anuar yang sedang melayani pembeli gorengan dalam keadaan marah-marah, sembari menunjuk wajah tersangka Anuar dengan mengatakan "kecil kamu Anuar'.
Beberapa orang saksi yang ada di lokasi langsung melerai, kemudian Bambang menemui Maria dibelakang rumah.