Terkini Daerah
Cara Dukun Cabul di Semarang Yakinkan Korban soal Kemampuan Mendeteksi Penyakit: Saya Tanya ke Teman
Sebanyak sembilan gadis di bawah umur telah menjadi korban rudapaksa seorang dukun di Semarang yang mengaku bisa mengusir makhluk halus.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Ananda Putri Octaviani
Pelaku juga nampak grogi dan berbelit-belit dalam menceritakan kejahatan yang ia lakukan.
Bahkan Sholeman sempat muntah-muntah ketika dihadirkan di konpers.
Sholeman mengaku ia menyesal telah melakukan pencabulan terhadap sembilan gadis yang masih di bawah umur.
Pelaku mengatakan, ia melakukan aksi kriminalnya untuk melampiaskan nafsunya, sebab dirinya dan sang istri telah bercerai sejak 14 tahun yang lalu.
Sholeman sendiri telah memiliki tiga anak, yang mana satu di antaranya telah meninggal.
"Saya senang anak-anak tidak tahu. Tapi saya juga senang sudah dewasa," ungkap Sholeman.
Baca juga: 9 Gadis Dirudapaksa, Dukun Cabul Pakai Kedok Mengusir Makhluk Halus Lewat Metode Menyatukan Raga
Metode Menyatukan Raga
Pelaku beraksi tidak hanya di Semarang, ia juga melakukan aksinya di Boja, dan Kendal.
Tempat yang digunakan oleh pelaku sebagai lokasi tindakan asusila juga beragam, mulai dari kamar mandi, rumah pelaku, hotel, hingga indekos.
Untuk mengelabui korbannya, Sholeman mengaku mampu mendeteksi penyakit yang disebabkan oleh makhluk halus di dalam tubuh.
Lalu untuk mengusir makhluk halus tersebut, pelaku menyebut mampu melakukannya lewat metode menyatukan raga.
"Menyatukan raga dimaksudkan adalah berhubungan intim," tutur Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna.
Selain melakukan hubungan asusila dengan para korbannya, pelaku juga mencekoki para korban dengan pil koplo.
Sholeman juga mengakui apa yang dilakukannya hanyalah pura-pura, pada aslinya ia memang tidak memiliki kemampuan spiritual.
"Pelaku cara mendapatkan pasien dari getok tular atau mulut ke mulut," ucap Kombes Iskandar.