Habib Rizieq Shihab
Sempat Akui Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq, Pangdam Jaya Kini Ralat: Tak Cuma HRS Saja
Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman menjelaskan maksud pernyataanya beberapa hari lalu terkait dugaan pelanggaran baliho di tempat umum.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman menjelaskan maksud pernyataanya beberapa hari lalu terkait dugaan pelanggaran baliho di tempat umum.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers yang ditayangkan TvOne, Selasa (24/11/2020).
Diketahui sebelumnya Dudung mengakui dirinya memerintahkan pencopotan baliho bermuatan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq.

Baca juga: Jubir FPI Sebut Pemerintah sempat Rajin Bujuk Habib Rizieq Shihab, Ditawari Pulang Pakai Jet Pribadi
Baliho-baliho bermuatan "revolusi akhlak" dengan gambar Habib Rizieq dinilai berpotensi merusak persatuan bangsa.
Menanggapi pernyataannya sendiri, Dudung menjelaskan pihaknya hanya menertibkan baliho-baliho liar, tidak hanya milik FPI dan Habib Rizieq saja.
Selain itu, Dudung menegaskan dirinya tidak melangkahi kewenangan Satpol PP dan Polri dengan melakukan penertiban di kawasan umum.
"Proses penurunan baliho itu tidak semerta-merta TNI bergerak sendiri. Saya ini bintang dua, saya tahu aturan," tegas Mayjen Dudung Abdurachman.
Ia menjelaskan pihak TNI sudah berkoordinasi dengan Satpol PP dan kepolisian setempat untuk menertibkan baliho-baliho liar tersebut.
Menurut Dudung, TNI sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Penertiban baliho itu pun sudah sesuai ketentuan peraturan daerah (perda) yang berlaku.
Baca juga: Karangan Bunga Banjiri Kodam Setelah Baliho Habib Rizieq Dicopot, Ini Tulisannya, Ada yang Berpantun
"Saya tahu ketentuan. Proses itu diawali dari proses melaksanakan proses penurunan baliho dengan Satpol PP, kemudian dengan Polri, kemudian dengan TNI," ungkap Dudung.
"Kita laksanakan sesuai dengan prosedur, sesuai dengan ketentuan," tegasnya.
Dudung menjelaskan pihak TNI hanya sebagai pendukung dalam penertiban tersebut.
"Kita kedepankan Satpol PP," jelas mantan Gubernur Akmil ini.
Dudung menambahkan, penertiban tidak hanya dilakukan terhadap baliho-baliho bermuatan Rizieq Shihab dan FPI saja.