Terkini Nasional
Terlepas dari Banyak Kritik, Jokowi Akui Kabinet Periode Kedua Lebih Baik, Ini Alasannya
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penilaian tersendiri untuk kabinet kerja periode keduanya.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penilaian tersendiri untuk kabinet kerjanya.
Dilansir TribunWow.com, Jokowi mengatakan kabinet pada periode kedua lebih baik jika dibandingkan dengan periode pertama.
Penilaiannya tersebut diungkapkan Jokowi dalam acara Rosi 'KompasTV', Senin (16/11/2020).
Baca juga: Jokowi Jawab Isu Reshuffle dan Anggapan Tak Berani Ganti Menteri dari Parpol: Bisa Aja Minggu Depan
Baca juga: Dipengaruhi 2 Orang Ini, Jokowi Ungkap Alasan Tak Temui Massa Demo UU Cipta Kerja, Justru ke Kalteng
Dalam kesempatan itu, Jokowi sempat disinggung oleh pembawa acara Rosianna Silalahi soal pernyataannya pada pidato kemenangan di Pilpres 2019 tahun lalu.
Saat itu, Jokowi dengan tegas akan mencopot pejabat negara, termasuk para menteri yang tidak efisien dan tidak efektif.
Dirinya juga mengaku membutuhkan menteri-menteri yang berani dalam setiap pengambilan keputusan, dalam artian bisa bersikap tegas.
Dan menurutnya, menteri-menteri yang ditunjuk pada periode kedua dan sudah bekerja selama satu tahun ini ada yang memiliki kriteria seperti yang diinginkannya.
"Ya ada yang sudah (berani), ada yang belum. Berani itu tidak harus kelihatan sangar, tetapi yang paling penting berani itu berani mengeksekusi kebijakan-kebijakan yang memang sulit," ujar Jokowi.
"Keberanian itu yang kita butuhkan, ada ketegasan di situ," jelasnya.
Jokowi mencontohkan satu di antara ketegasan yang sudah dilakukan adalah terkait penetapan atau pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja.
Diakui Jokowi bahwa Omnibus Law merupakan gagasan utama dalam masa kampanyenya dan akan diperjuangkan.
"Ya ini tercermin di dalam Omnibus Law ini dan nanti sesuai yang dulu saya sampaikan juga reformasi birokrasi juga sama," kata Presiden asal Solo, Jawa Tengah ini.
"Lembaga-lembaga yang kira-kira tidak bermanfaat dan tidak berguna ya kita potong dan sudah kita lakukan, ini akan lagi kita lakukan karena menyangkut ketidakefisien dari anggaran, kedua kita enggak mungkin memiliki birokrasi yang terlalu gemuk," imbuhnya.
Baca juga: Habib Idrus Doakan Jokowi dan Megawati Berumur Pendek, Ahmad Sahroni: Ceramahlah yang Menyejukan
Lebih lanjut, Jokowi bahkan memberikan penilaian bahwa kabinetnya saat ini bisa dikatakan lebih baik dibandingkan kabinet periode sebelumnya.
Namun penilaian tersebut diambil khusus berdasarkan kerja tim, bukan per individu.
"Kita melihat performa dari para menteri ini kan kerja tim, bukan kerja individu-individu," katanya.
"Ya ini lebih baik kalau dilihat kerja tim. Artinya menteri-menteri ini dalam kerja tim lebih baik, tapi kan tidak hanya itu KPI kita," tutup Jokowi.
Simak videonya mulai menit ke- 31.00
Tanggapi Isu Reshuffle
Terkait adanya perombakan kabinet, Jokowi menegaskan bahwa keputusan reshuffle atau tidaknya dan kapan akan dilakukannya reshuffle itu tetap berada di tangannya.
"Bisa saja, bisa saja minggu depan, bisa saja bulan depan, bisa saja tahun depan," tegasnya.
Baca juga: Jokowi Mania Rilis Usul 9 Menteri agar Direshuffle, Refly Harun: Patut Dipertimbangkan Presiden
Lebih lanjut, Jokowi membantah bahwa hak prerogatifnya tersebut menjadi pengecualian terhadap menteri-menteri yang berlatar belakang dari partai politik, termasuk juga ketua umumnya.
Seperti yang diketahui, pada periode kedua ini, Jokowi memiliki 17 menteri yang berasal dari parpol, dan 3 di antaranya merupakan ketua umum partai.
Yakni Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto yang juga menjadi Ketum Gerindra, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto merupakan ketum Golkar dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa sebagai menteri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional.
Kondisi tersebut tidak terjadi pada periode sebelumnya lantaran Jokowi tegas melarang ada rangkap jabatan setelah ditunjuk menjadi menteri.
"Endak, saya kira kalau memang tidak baik ya saya akan bilang saya ganti, saya biasa bicara seperti itu dan beliau-beliau sudah tahu semuanya," terang Jokowi.
"Enggak ada (beban), untuk kebaikan negara ini saya kira semua akan saya lakukan," pungkasnya. (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/presiden-joko-widodo-jokowi-memberikan-penilaian-tersendiri-untuk-kabinet-kerjanya.jpg)