Breaking News:

Terkini Nasional

Terlepas dari Banyak Kritik, Jokowi Akui Kabinet Periode Kedua Lebih Baik, Ini Alasannya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penilaian tersendiri untuk kabinet kerja periode keduanya.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Ananda Putri Octaviani
Youtube/KompasTV
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penilaian tersendiri untuk kabinet kerja periode keduanya, dalam acara Rosi 'KompasTV', Senin (16/11/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penilaian tersendiri untuk kabinet kerjanya.

Dilansir TribunWow.com, Jokowi mengatakan kabinet pada periode kedua lebih baik jika dibandingkan dengan periode pertama.

Penilaiannya tersebut diungkapkan Jokowi dalam acara Rosi 'KompasTV', Senin (16/11/2020).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan dalam Ratas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Senin (13/7/2020).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan dalam Ratas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Senin (13/7/2020). (Capture YouTube Sekretariat Presiden)

Baca juga: Jokowi Jawab Isu Reshuffle dan Anggapan Tak Berani Ganti Menteri dari Parpol: Bisa Aja Minggu Depan

Baca juga: Dipengaruhi 2 Orang Ini, Jokowi Ungkap Alasan Tak Temui Massa Demo UU Cipta Kerja, Justru ke Kalteng

Dalam kesempatan itu, Jokowi sempat disinggung oleh pembawa acara Rosianna Silalahi soal pernyataannya pada pidato kemenangan di Pilpres 2019 tahun lalu.

Saat itu, Jokowi dengan tegas akan mencopot pejabat negara, termasuk para menteri yang tidak efisien dan tidak efektif.

Dirinya juga mengaku membutuhkan menteri-menteri yang berani dalam setiap pengambilan keputusan, dalam artian bisa bersikap tegas.

Dan menurutnya, menteri-menteri yang ditunjuk pada periode kedua dan sudah bekerja selama satu tahun ini ada yang memiliki kriteria seperti yang diinginkannya.

"Ya ada yang sudah (berani), ada yang belum. Berani itu tidak harus kelihatan sangar, tetapi yang paling penting berani itu berani mengeksekusi kebijakan-kebijakan yang memang sulit," ujar Jokowi.

"Keberanian itu yang kita butuhkan, ada ketegasan di situ," jelasnya.

Jokowi mencontohkan satu di antara ketegasan yang sudah dilakukan adalah terkait penetapan atau pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Diakui Jokowi bahwa Omnibus Law merupakan gagasan utama dalam masa kampanyenya dan akan diperjuangkan.

"Ya ini tercermin di dalam Omnibus Law ini dan nanti sesuai yang dulu saya sampaikan juga reformasi birokrasi juga sama," kata Presiden asal Solo, Jawa Tengah ini.

"Lembaga-lembaga yang kira-kira tidak bermanfaat dan tidak berguna ya kita potong dan sudah kita lakukan, ini akan lagi kita lakukan karena menyangkut ketidakefisien dari anggaran, kedua kita enggak mungkin memiliki birokrasi yang terlalu gemuk," imbuhnya.

Baca juga: Habib Idrus Doakan Jokowi dan Megawati Berumur Pendek, Ahmad Sahroni: Ceramahlah yang Menyejukan

Lebih lanjut, Jokowi bahkan memberikan penilaian bahwa kabinetnya saat ini bisa dikatakan lebih baik dibandingkan kabinet periode sebelumnya.

Namun penilaian tersebut diambil khusus berdasarkan kerja tim, bukan per individu.

Halaman 1/2
Tags:
JokowiJoko WidodoKritikKabinet Kerjareshuffle
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved