Breaking News:

Terkini Daerah

Pengakuan Anak Dirudapaksa Ayah Tiri, Ibu Tiri Justru Ikut Memaksa dan Memegangi Tangan Korban

Seorang remaja di Kelurahan Manoi, Kota Sorong, Papua Barat menjadi korban kekerasan seksual oelh ayah tirinya.

Surya.co.id
Ilustrasi pelecehan seksual anak di bawah umur. 

TRIBUNWOW.COM - Seorang remaja di Kelurahan Manoi, Kota Sorong, Papua Barat menjadi korban kekerasan seksual.

Lebih parahnya, kekerasan seksual yang menimpa SR (14) dilakukan oleh pihak keluarga, yakni kedua orangtua tirinya.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Sabtu (7/11/2020), dirudapaksa oleh ayah tirinya (ADR) yang dibantu oleh sang istri atau ibu tiri korban.

Ilustrasi pemerkosaan dan penyekapan.
Ilustrasi rudapaksa. Seorang remaja di Kelurahan Manoi, Kota Sorong, Papua Barat, SR (14) menjadi korban kekerasan seksual, setelah dipaksa melayani ayah tirinya. (Tribun-Video.com)

Baca juga: Terancam Dikebiri, Ayah di Tangerang Tega Perkosa Dua Anaknya Berusia 4 dan 7 Tahun

Baca juga: Gisella Akhirnya Buka Suara soal Video Syur Mirip Dirinya: Aku Bingung Klarifikasinya Gimana

Kasus tersebut sudah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Mapolresta Sorong Kota setelah mendapatkan laporan pada Kamis (5/11/2020).

Menurut laporan dari pihak keluarga, aksi bejat yang dialami oleh SR sudah terjadi selama dua tahun terakhir.

Sementara itu menurut pengakuan dari korban saat ditemui, SR mengakui sudah berkali-kali dirudapaksa oleh ayah tirinya.

Namun dirinya mengatakan justru paksaan pertama dilakukan oleh ibu tirinya supaya bisa melayani suaminya atau ayah tiri korban.

Dengan diiming-imingi akan diberikan uang jajan, SR mengaku diminta ibu tirinya untuk tidur bersama ayah tirinya.

Pada saat pelaku melakukan aksinya, SR mengaku mencoba melakukan perlawanan.

Tetapi apa daya, di satu sisi, ibu tirinya dikatakan SR, justru ikut membantu pelaku, yaitu dengan cara memegangi tangannya.

"Saya sempat dipaksa oleh ibu tiri untuk melayani ayah, namun dalam kondisi itu sempat saya merontak hingga tak berdaya. Kemudian, ibu saya pegang kedua tangan dan akhirnya saya di perkosa," ujar SR.

Atas kejadian itu, wanita yang saat ini masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Sorong itu mengaku tak percaya atas apa yang dilakukan oleh kedua orangtuanya.

Ia juga mengaku mengalami trauma.

Baca juga: Kepergok Mesum dengan Pacar, Gadis Ini Malah Dibawa ke Hotel, Diperkosa dan Diperas

Baca juga: Pengakuan Pelaku Pencabulan Anak Bos yang Masih di Bawah Umur: Orang Lain Salah, Saya yang Dimarahi

Dirinya menambahkan bahwa sering mengetahui ibu tirinya mencampurkan obat tidur ke dalam roti setiap kali akan dirudapaksa oleh ayah tirinya.

Mereka lantas memaksa untuk memakan roti yang sudah tercampur obat tidur tersebut.

Keterangan Polisi

Menurut Bripka Johni Sompotan, seorang pejabat Unit PPA Polres Sorong Kota mengatakan masih melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku.

Berdasarkan keterangan yang didapat, baik dari SR maupun saksi keluarga, korban sudah tujuh kali dirudapaksa ayah tirinya.

Dan sudah didapat sejak masih berusia 12 tahun.

Kedua pelaku yang merupakan pasangan suami istri itu disangkakan dengan Pasal 81 Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Alhasil keduanya terancam hukuman 5-20 tahun penjara. (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)

Artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul 'Wanita Ini Paksa Anak Angkat Melayani Suami, Korban Diperkosa 7 Kali' dan 'Campurkan Obat Tidur ke Roti, Ayah Dibantu Ibu Tiri Perkosa Anak Angkat'

Tags:
rudapaksaAyah Rudapaksa AnakPapua Barat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved