Breaking News:

Terkini Nasional

Di Mata Najwa, Haris Azhar Ngaku Tak Respek pada Jokowi soal Demo: Memobilisasi Pimpinan Daerah

Direktur Eksekutif Lokataro, Haris Azhar mengaku tidak respek terhadap pemerintah terkait aksi demo yang terjadi akhir-akhir ini.

Youtube/Najwa Shihab
Direktur Eksekutif Lokataro, Haris Azhar mengaku tidak respek terhadap pemerintah terkait aksi demo yang terjadi akhir-akhir ini, terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja 

TRIBUNWOW.COM - Direktur Eksekutif Lokataro, Haris Azhar mengaku tidak respek terhadap pemerintah terkait aksi demo yang terjadi akhir-akhir ini, terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Dilansir TribunWow.com, Haris Azhar juga menyatakan tidak menaruh respek terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu diungkapkannya dalam acara Mata Najwa, Rabu (5/11/2020).

Presiden RI Joko Widodo memberikan Keterangan Pers Presiden RI Terkait Undang-Undang Cipta Kerja, Istana Bogor, 9 Oktober 2020.
Presiden RI Joko Widodo memberikan Keterangan Pers Presiden RI Terkait Undang-Undang Cipta Kerja, Istana Bogor, 9 Oktober 2020. (YouTube Sekretariat Presiden)

Baca juga: Di Mata Najwa, Saksi Mata Beberkan Sosok Oknum Pembakar Halte Sarinah, Sempat Tanya Ini ke Pelaku

Baca juga: Najwa Shihab Tunjukkan Foto Pembakar Halte Sarinah, BIN Akui Sudah Tahu: By Design Cari Celah

Menurutnya, Jokowi dan pemerintah tidak menunjukkan sikap yang seharusnya dilakukan.

Ia menilai pemerintah hanya melihat dari sudut pandang dampak buruk atas terjadinya aksi demonya, bukan alasan terjadinya demo maupun kerusuhan itu.

Selain itu, Haris Azhar menilai Jokowi justru menggerakkan setiap pemimpin daerah untuk mengendalikan demo di daerahnya masing-masing.

Ia mencontohkan kasus Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang marah-marah terhadap para pendemo.

"Saya enggak respect sama negara, enggak respect sama presiden yang memobilisasi pimpinan daerah," ujar Haris Azhar.

"Kayak misalnya Bu Risma marah-marah, ini kenapa anak dimarah-marahin," jelasnya.

Dikatakan bahwa yang dibutuhkan oleh massa demo bukan semacam itu, apalagi sampai menghalangi.

Namun menurutnya adalah harus adanya dialog atau komunikasi antara pendemo dengan objek yang didemo, dalam hal ini adalah pemerintah, baik pusat maupun daerah.

"Jadi menurut saya tidak ada yang genuine di situ, bahwa harus ada solusi dialog," kata Haris Azhar.

Baca juga: Survei Menteri Jokowi: Prabowo Jadi yang Terbaik, Disusul Nadiem Makarim dan Sri Mulyani

Di sisi lain, Haris Azhar tetap memberikan apresiasi khusus kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lantaran sudah mau menemui pendemo.

Dengan sikap yang ditunjukkan oleh Ganjar, diyakini amarah dari pendemo bisa meredam.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved