Breaking News:

Virus Corona

Jenazah Pasien Positif Covid-19 Bisa Tularkan Virus Corona? Begini Penjelasan Jubir Satgas

Berikut penjelasan soal kemungkinan terjadinya penularan Virus Corona dari jenazah pasien positif Covid-19.

Editor: Ananda Putri Octaviani
AFP/Bay Ismoyo
Petugas melakukan proses pemakaman jenazah korban virus corona (Covid-19) di sebuah Taman Pemakaman Umum (TPU), di Jakarta, Rabu (15/4/2020). Proses pemakaman korban positif Covid-19 maupun yang masih berstatus pasien dalam pemantauan (PDP) harus mengikuti protokol kesehatan, yakni antara lain petugas mengenakan alat pelindung diri (APD), jenazah segera dikuburkan, dan keluarga yang hadir dibatasi seminimal mungkin. Terbaru, ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito memberikan penjelasan soal kemungkinan terjadinya penularan Virus Corona dari jenazah pasien positif Covid-19.

Penjelasan ini disampaikan, mengingat banyaknya masyarakat yang menolak pemakanan pasien Covid-19.

Diketahui, masyarakat menolak pemakanan pasien Covid-19 karena takut apabila nantinya ikut tertular.

Baca juga: Soal 9 Pedoman Pemulasaran Jenazah Pasien Covid-19, Wiku Adisasmito: Supaya Tak Ada Kesalahan

Baca juga: Guru Besar Kedokteran Unpad: Kalau Tidak Aman, Uji Klinik Vaksin Covid-19 Sudah Dihentikan dari Awal

Wiku mengatakan, proses hidupnya virus sangat terkait dengan inangnya atau dalam hal ini adalah manusia.

Jadi saat inangnya sudah tidak hidup lagi maka virus juga tidak akan bisa melanjutkan kehidupannya.

Meski demikian, ia mengingatkan, hal itu tidak serta merta membuat virus Covid-19 mati bersamaan dengan wafatnya pasien.

"Ini perlu waktu untuk sampai betul-betul nggak ada makanan beserta artinya pada jenazah itu tidak serta merta orang yang meninggal langsung virusnya mati masih ada di situ," ungkap dikutip dalam webinar virtual bersama MUI, Senin (2/11/2020).

Wiku menjelaskan, virus kemungkinan masih menempel beberapa jam pada jenazah pasein.

Seperti, menempel pada cairan-cairan dubur pasien covid-19 yang meninggal.

Baca juga: Ketua Satgas Imunisasi IDAI Sebut Uji Klinik Vaksin Covid-19 Fase 1 dan 2 Aman: Itu Bagus Sekali

Baca juga: Penyintas Covid-19 Diajak untuk Tidak Malu dan Takut Membagikan Pengalaman ke Masyarakat

"Masih bisa hidup berapa jam itulah penanganan jenazah itu harus ditangani dengan baik. Jadi harus tetap kita berhati-hati dalam menanganinya," tegas dia.

Untuk itulah pemulasaran jenazah harus sesuai dengan pedoman yang telah diterbitkan pemerintah.

Dalam proses pemulasaran jenazah Covid-19 prinsip kehati-hatian harus diutamakan untuk melindungi petugas, keluarga dan masyarakat.

"Supaya tidak ada kesalahan dalam pencatatan dan penanganannya juga harus sesuai prosedur, agar tidak menimbulkan penularan dari keluarga atau siapapun yang menangani jenazah," ungkap Wiku. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bisakah Jenazah Menularkan Virus Covid-19? Simak Penjelasan Jubir Satgas

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Covid-19Virus CoronaJenazahSatgas Covid19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved