Breaking News:

Terkini Daerah

Kronologi Pria di Sumsel Rudapaksa Keponakannya hingga Hamil, Bernafsu saat Lihat Korban Mandi

Seorang pria tega merudapaksa keponakannya sendiri yang masih di bawah umur hingga hamil. Ini kronologinya.

Editor: Mohamad Yoenus
(TRIBUN SUMSEL/FAJERI)
WH (33) warga Musi Banyuasin diamankan di Mapolres Muba karena merudapaksa kemenakan. 

TRIBUNWOW.COM - Wahono (33), pria di Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) tega merudapaksa keponakan sendiri yang masih di bawah umur.

Dikutip dari Sripoku, Wahono melakukan aksi bejatnya selama tiga kali sepanjang tahun 2019 hingga korban mengandung dan melahirkan seorang anak.

Kapolres Musi Banyuasin, AKBP Erlin Tangjaya, SH, S.ik melalui Kasat Reskrim Polres Muba AKP Deli Haris, SH, MH menceritakan kronologi pamannya itu merudapaksa keponakan.

Baca juga: Rudapaksa Keponakannya yang Masih 16 Tahun, sang Paman Mengaku Bernafsu saat Intip Korban Mandi

Diceritakan Deli, peristiwa itu terjadi pertama kali di kediaman korban sekaligus tempat orangtua Wahono atau nenek korban tinggal di Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel pada tahun Februari 2019.

Saat itu, kata Kasat Reskrim, tersangka mengunjungi rumah orangtuanya, di mana korban tinggal bersama ibu tersangka (neneknya).

Deli mengatakan pelaku mengaku tak kuasa menahan nafsu saat melihat kemolekan tubuh korban yang sedang mandi.

"Kemudian tersangka yang melihat korban yang kebetulan saat mandi merasa tak tahan dan langsung menarik paksa korban masuk ke dalam kamar," ujarnya, Kamis (29/10/2020).

Wahono langsung menarik gadis 16 tahun tersebut ke kamar dan merudapaksa korban.

Baca juga: Tak Kuat Tahan Nafsu karena Istri Jadi TKI, Ayah di Tangerang Rudapaksa 2 Anak Kandung di Bawah Umur

Korban pun sempat memberikan perlawanan namun tangannya diikat serta mulut disumbat kain.

Persetubuhan layaknya suami istri pun langsung dilakukan tersangka.

Deli mengatakan tersangka mengancam agar korban tak melaporkan kejadian tersebut seusai puas melampiaskan nafsunya.

"Saat itu tersangka mengancam korban agar tidak memberitahu ibunya, atau nanti korban akan diusir. Begitulah pengakuan korban kepada penyidik saat mengulang kata-kata tersangka yang di bawah ancaman," jelasnya.

Tidak hanya sekali, Wahono mengulangi kejadian serupa hingga terhitung sampai tiga kali sepanjang tahun 2019.

Aksi pelaku tepatnya terjadi pada Februari, Juni dan Desember 2019.

Baca juga: Kok Bisa Mahasiswa Ini Rudapaksa Tunangan Sendiri? Ini Kronologinya, Berawal dari Pamit Ajak Jalan

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved