Terkini Nasional
Mahfud MD Sebut Tak Ada Perbedaan Komunikasi Jokowi: Dulu Malah Lebih Bergantung pada Partai Politik
Menko Polhukam Mahfud MD memberikan tanggapan terkait anggapan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalami perubahan dalam hal berkomunikasi.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
"Oleh sebab itu, karena dia sudah punya keyakinan begitu maka ya disampaikan undang-undang dan dipertahankan dengan segala asumsinya," terangnya.
"Tetapi jangan dikira bahwa yang sekarang jadi undang-undang ini misalnya bahwa itu merupakan tindakan sepihak."
"Karena sekarang ini yang jadi undang-undang sudah melalui proses diskusi-diskusi. Bersama kelompok buruh sudah sekian kali," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke- 6.50
Akui Jokowi Berubah, Mardani Ali Bandingkan saat Jadi Walkot Solo
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), khususnya dalam satu tahun di periode keduanya.
Dilansir TribunWow.com, Mardani Ali mengakui ada yang berubah dari sikap Jokowi saat ini dibandingkan dengan saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Hal itu diungkapannya dalam acara Mata Najwa 'Trans7', Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Rocky Gerung Ibaratkan Pemerintah Jokowi Itu Pernikahan: Malam Pertama Pasangannya Udah Gak Percaya
Menurutnya, perubahan pada sikap Jokowi saat ini yaitu adalah seperti sudah tidak mau lagi banyak berurusan dengan rakyatnya secara langsung.
"Saya mulai dari perubahan Pak Jokowi dulu, izin, dulu waktu di Solo ketika beliau ingin mereformasi atau memperbaiki kualitas pasar, dialognya bagus sekali," ujar Mardani Ali.
"Sehingga akhirnya masyarakat bisa menerima," imbuhnya.
Dirinya mencontohkan dalam kasus penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja hingga mengakibatkan demo besar di seluruh daerah di Tanah Air.
Mardani Ali mengaku sangat menyayangkan sikap dan pernyataan dari Jokowi dalam menanggapi aksi para pendemo.
"Sekarang ini saya sedih ketika Pak Jokowi bilang 'Kalau sampean enggak setuju ya sampean ke MK," kata Mardani menyayangkan.
"Belum lagi tanggal 8 (Oktober) demo enggak ditemui, tanggal 20 (Oktober) demo. Sebelumnya di Solo enggak perlu demo tapi mendatangi," jelasnya.