Terkini Daerah
6 Fakta Pembunuhan Wanita Hamil 7 Bulan di Bandung, Ada Teriakan Istigfar hingga Pelaku Suami Siri
Sesosok mayat wanita bernama Neng Yeti (33) ditemukan tewas di sebuah rumah kontrakan di Jalan Kampung Cibeurum, Sadu, Soreang, Kabupaten Bandung.
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Sesosok mayat wanita bernama Neng Yeti (33) ditemukan tewas di rumah kontrakan di Jalan Kampung Cibeurum, Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2020).
Diketahui, wanita tersebut sebelumnya tengah hamil tujuh bulan.
Fakta terbaru, korban merupakan korban pembunuhan.
Pasalnya, pada malam sebelum penemuan mayat, warga sudah mencurigai adanya hal yang tidak wajar dari dalam kontrakan wanita itu.
Baru pada Sabtu pukul 18.00 WIB, penghuni rumah kontrakan itu ditemukan tak bernyawa.

Baca juga: Fakta Ibu Muda Dibunuh Pria yang Ditolongnya, sempat Ditinju dan Diseret, Mayat Dibuang di Kebun
Baca juga: Mayat Perempuan Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo, Polisi Ungkap Hasil Otopsi: Pembunuhan Murni
Berikut 6 Fakta Pembunuhan Neng Yeti:
1. Suara Istigfar dan Pintu Ditendang
Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan menyebutkan, salah satu saksi bernama Wiwin masih melihat korban menonton televisi pada hari Jumat.
Sedangkan pada Sabtu pukul 01.00 WIB, saksi mendengar keanehan dari tempat tinggal Yeti.
Seolah ada suara orang tengah bertengkar di rumah korban.
Setelah itu, saksi juga mendengar suara istigfar.
"Terdengar menyebut astagfirullahaladzim, dan terdengar suara tendangan pintu kamar kontrakan korban berkali-kali," ucap Hendra dalam pesan singkat, Kamis (22/10/2020).
Kejadian itu diperkirakan terjadi selama sekitar 30 menit.
Selanjutnya, ada suara batuk-batuk dan seperti orang sedang mual.
2. Tak Keluar Rumah Seharian
Saksi lain, Dede, merasa curiga dengan Yeti yang tidak keluar rumah seharian.
Baca juga: 4 Fakta Penemuan Mayat Tanpa Busana di Hutan Jati Mojokerto, Saksi Gemetaran saat Lihat Jenazah
Baca juga: Pamit Kerja ke Suami, Wanita Ini Ditemukan Tewas di Tepi Kolam, Tangan Terikat dan Mulut Dilakban