Breaking News:

UU Cipta Kerja

Rocky Gerung Beberkan Komentar Publik Internasional soal UU Cipta Kerja, Sebut Dianggap Berbahaya

Rocky Gerung turut berkomentar soal penilaian publik pada Undang-undang Cipta Kerja yang baru saja disahkan.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Lailatun Niqmah
channel YouTube Najwa Shihab
Rocky Gerung turut berkomentar soal penilaian publik pada Undang-undang Cipta Kerja. Komentar tersebut diungkapkan Rocky Gerung di acara Mata Najwa yang tayang pada Rabu (21/10/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Pengamat politik Rocky Gerung turut berkomentar soal penilaian publik terhadap Undang-Undang Cipta Kerja yang baru saja disahkan.

Komentar tersebut diungkapkan Rocky Gerung di acara Mata Najwa yang tayang pada Rabu (21/10/2020).

Rocky Gerung mengatakan, dirinya tak hanya membaca komentar publik dalam negeri saja terkait UU Cipta Kerja.

Rocky Gerung di acara Mata Najwa yang tayang pada Rabu (20/10/2020).
Rocky Gerung di acara Mata Najwa yang tayang pada Rabu (20/10/2020). (channel YouTube Najwa Shihab)

Baca juga: Rocky Gerung Ibaratkan Pemerintah Jokowi Itu Pernikahan: Malam Pertama Pasangannya Udah Gak Percaya

Melainkan juga turut membaca komentar publik luar terkait undang-undang yang kontroversial tersebut.

"Saya baca seluruh komen ya komentar dari publik bukan sekedar dalam negeri sampai luar negeri."

"Dari Yerusalem Post sampai Washington Post dari Moskow di Utara sampai Melbourne di selatan semua mengejek undang-undang ini," jelas Rocky.

Namun menurut penemuan Rocky, hampir semua komentar bernada negatif pada UU Cipta Kerja.

Saat ditanya Najwa Shihab soal Bank Dunia justru memberikan tanggapan positif, Rocky merasa hal itu bukan tolak ukur yang tepat.

"Jadi undang-undang ini sebetulnya dipikirkan dunia berbahaya bagi lingkungan, berbahaya bagi demokrasi," ujar Rocky.

"Kenapa begitu? Ada pujian dari Bank Dunia?" tanya Najwa.

"Ya Bank Dunia ingin cari proyek, sudah biasa, Bank Dunia itu adalah player di dunia usaha global," jelas dia.

Rocky menyebut, undang-undang ini adalah undang-undang pesanan dari kelompok orang yang memiliki banyak uang.

Baca juga: Ngaku Terbahak saat Baca Draf UU Cipta Kerja, Zainal Arifin: Pantesan Dibuatnya Terburu-buru

Sehingga, pemerintah terpaksa membuat undang-undang ini.

"Tidak bisa jadi ukuran lalu kita baca secara detail soal-soal itu maka saya menemukan adalah undang-undang ini pesanan Putokrat."

"Putokrat itu artinya sekelompok orang yang punya uang, putokrat memesan itu."

"Pemerintah terpaksa menerima pesanan itu karena dia sudah diijon. Dan pesanan itu yang kemudian dinikmati kleptokrat," jelas Rocky.

Terkait draf UU Cipta Kerja yang berubah-ubah dengan berbagai alasan yang diungkapkan, pengamat politik asal Manado menyindir lebih baik ditulis di atas kertas toilet.

"Karena itu saya anggap keresahan publik resmi pindah-pindah font, pindah-pindah paper."

"Ya mungkin sekali format terakhir itu akan ditulis di atas kertas toilet paper toilet biar lebih efisien, jadi undang-undang paper toilet," kritiknya.

Baca juga: Di ILC, YLBHI Ungkap Pihak-pihak Diduga Terlibat di Balik UU Cipta Kerja, Termasuk Nama Satu Menteri

Lihat menit 5.23:

Rocky Gerung Berikan Nilai A- pada Jokowi-Ma'ruf

Dalam kesempatan yang sama, Rocky juga memberikan penilaiannya pada satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. 

Rocky Gerung memberikan skor A- pada Jokowi-Ma'ruf.

 "Satu tahun Jokowi Ma'ruf, saya mau minta Anda Bang, penilaian dan catatan kritis terhadap pemerintahan saat ini," tanya Najwa.

"Mungkin yang simple dulu lah, skornya berapa yah?" imbuhnya.

"Skornya? Kasih angka huruf saja deh, A-," jawab Rocky.

Lantas Rocky menjelaskan apa yang dimaksud A- tersebut.

"A- itu skalanya yang paling bagus apa yang paling jelek? Harus jelas dulu nih," tanya Najwa lagi.

"A untuk kebohongan, minus untuk kejujuran," balas Rocky.

Rocky memberikan nilai itu pasalnya masyarakat dinilai sudah hilang harapannya pada Jokowi.

Hal itu seperti survei yang diterbitkan oleh Litbang Kompas.

"Karena kan publik sekarang berupaya untuk memahami logic dari goverment, menitipkan harapan."

"Tapi tiba-tiba dibatalkan oleh caption di Koran Kompas kemarin, kepuasan hilang," kata dia.

Baca juga: Beberapa Kali Jokowi Lupa Sebut Namanya dalam Sejumlah Acara, Maruf Amin: Lagi Tegang Kan Boleh

Tingkat survei kepuasan publik menurun dari pada Agustus lalu.

Sehingga Rocky Gerung menjadi bertanya-tanya mengapa Jokowi mendapat nilai buruk di tahun pertama pemerintahannya.

"Padahal bulan Agustus saya baca SMRC bikin, kepuasannya 60 persen sekarang di bawah 50 persen."

"Itu artinya ini tahun pertama loh, sama seperti malam pertama sudah enggak percaya," kata dia.

Meski demikian ia mengakui masih banyak orang yang berharap pemerintahan Jokowi tetap berlanjut.

"Harusnya perkawinanannya bubar tapi ada semacam orang Indonesia yang bilang ya mudah-mudahan semoga masih bisa lanjut."

"Itu adalah situasi psikologi publik semoga tidak ada kerusuhan semoga Pak Jokowi masih berlanjut," sambungnya.

Lihat mulai menit ke-3.30:

(TribunWow.com/Mariah Gipty)

Tags:
UU Cipta KerjaOmnibus LawRocky GerungJokowiMata NajwaNajwa Shihab
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved