Breaking News:

Terkini Nasional

Mengaku Sibuk Jadi Komisaris Utama di Pertamina, Ahok Berseloroh: Saya Dirut Nyaru Komut

Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berseloroh dengan mengaku dirinya adalah direktur utama yang menyaru sebagai komut.

Kompas.com
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditemui usai menghadiri diskusi kebangsaan di Universitas Kristen Petra, Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/8/2019). Dirinya berseloroh dengan mengaku jabatannya adalah direktur utama yang menyaru sebagai komut. 

TRIBUNWOW.COM - Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok berseloroh dengan mengaku dirinya adalah direktur utama yang menyaru sebagai komut.

Hal itu diungkapkannya dalam tayangan YouTube Butet Kartaredjasa, Minggu (11/10/2020).

Dilansir TribunWow.com, alasan Ahok melakukan candaan seperti itu karena ia mengaku begitu sibuk saat menjadi komut di Pertamina.

Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok mengungkapkan langkah atau kebijakan yang akan dilakukan andaikan dirinya menjadi seorang presiden.
Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok mengungkapkan langkah atau kebijakan yang akan dilakukan andaikan dirinya menjadi seorang presiden. (Youtube/Butet Kartaredjasa)

Baca juga: Ahok Ungkap Kebijakan yang Dilakukan Andai Jadi Presiden: Langsung Ada Pemutihan Dosa-dosa

Dalam kesempatan itu, Ahok mulanya mengaku tidak setuju dengan adanya lelang jabatan, khususnya di Pertamina.

Menurutnya, kebijakan lelang jabatan tidak menggambarkan langkah yang objektif, sehingga pengaruhnya pun bisa pada kinerja nantinya.

Ia pun mencontohkan kebijakan yang dilakukannya saat masih memimpin di DKI Jakarta.

"Otak lelang itu hanya buat yang pensiun yang kosong, saya tidak mau, saya maunya kocok ulang seperti di DKI," ujar Ahok.

"Waktu di DKI itu kan ada kalau enggak salah ada 10 ribu apa 11 ribu jabatan struktur kita pangkas tinggal 6 ribu. Semua dikocok ulang tuh, kita lantik ulang di Monas," jelasnya.

"Maksud saya harusnya begitu, baru kita bisa dapatkan yang terbaik dari yang terbaik."

Apalagi dikatakannya bahwa pada era sekarang ini semuanya sudah dibuat praktis yakni melalui online.

Sehingga menurutnya, mau tidak mau harus mengorbankan pekerja-pekerja yang sebelumnya menempati posisi tersebut.

"Perbankkan nasional saja sudah banyak yang menghilangkan untuk diganti dengan sistem mesin aplikasi," kata Ahok.

"Buat apa orang keuangan begitu banyak kalau ngitung semua sudah online, sudah lewat bank," imbuhnya.

Baca juga: Kembali Soroti Threshold Pilkada yang Berat, Refly Harun Beri Contoh: Ahok Saja Tidak Percaya Diri

Lebih lanjut, Ahok mengungkapkan kesibukannya selama menjadi komut di Pertamina.

Suami dari Puput Nastiti itu mengaku lebih sering melakukan rapat-rapat bersama jajaran direksi.

"Kewajiban rapat itu hanya 4 kali dalam setahun dewan komisaris itu," ungkap Ahok.

"Kami rapatnya itu tiap minggu pasti sekali, tapi faktanya karena banyak urusan dengan direksi, kadang-kadang kita bisa rapat setiap minggu tiga kali, kali," jelasnya.

Atas kesibukannya itu, Ahok mengaku sempat diledek dengan disebut menjabat sebagai komut namun rasa dirut.

"Makanya ada yang ngledekin, ini komut rasa dirut," ungkapnya.

"Saya juga bercanda, saya bukan komut rasa dirut, tapi dirut nyaru komut," pungkasnya.

Halaman
123
Tags:
Ahok Jadi Komisaris Utama PertaminaAhokPertaminaButet KartaredjasaBUMN
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved