Breaking News:

UU Cipta Kerja

Soal Ambulans Ditembaki Petugas, Polisi Bongkar Isi Handphone Terduga Perusuh: Ajakan Itu Ada

Viral di media sosial sebuah mobil ambulans ditembaki dan dikejar oleh petugas kepolisian.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube Kompastv
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (9/10/2020). Yusri memaparkan soal keterlibatan pelajar STM dalam demo UU Cipta Kerja. 

TRIBUNWOW.COM - Viral di media sosial sebuah mobil ambulans ditembaki dan dikejar oleh petugas kepolisian.

Kejadian tersebut terjadi ketika aksi unjuk rasa Undang-Undang Cipta Kerja berlangsung di Jakarta Pusat pada Selasa (13/10/2020).

Menanggapi itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus lantas menjelaskan soal grup WhatsApp para pembuat kerusuhan.

Viral di media sosial sebuah mobil ambulans ditembaki dan dikejar oleh petugas kepolisian.  Hal itu terjadi ketika aksi unjuk rasa Undang-undang Cipta Kerja berlangsung di Jakarta Pusat pada Selasa (13/10/2020).
Viral di media sosial sebuah mobil ambulans ditembaki dan dikejar oleh petugas kepolisian. Hal itu terjadi ketika aksi unjuk rasa Undang-undang Cipta Kerja berlangsung di Jakarta Pusat pada Selasa (13/10/2020). (Channel YouTube Kompas TV)

Baca juga: Habib Rizieq Dikabarkan Segera Balik Indonesia, Disebut akan Pimpin Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja

Dikutip TribunWow.com dari channel YouTube Kompas TV pada Rabu (14/10/2020), satu di antara penumpang ambulans berinisial N mengaku membawa batu bagi para pendemo.

N sendiri sempat keluar dari ambulans saat dikejar polisi.

"Dari hasil keterangan awal, ada dugaan ambulans tersebut bukan untuk kesehatan tetapi untuk mengirimkan logistik dan batu untuk para pendemo."

"Ini keterangan dari salah satu yang berhasil loncat, N makanya ini kami masih dalami semuanya," kata Yusri.

Meski demikian, pihaknya akan mendalami kasus ini.

"Entah keterangan itu betul apa bukan akan kami dalami nanti silahkan teman-teman tunggu hasilnya, nanti hasilnya seperti apa kami akan sampaikan," ungkap dia.

Yusri mengatakan pihaknya merasa janggal mengapa ambulans itu kabur saat akan dirazia.

Berbeda dengan kendaraan-kendaraan lain.

"Kalau memang tidak terbukti, yang jadi pertanyaan mengapa harus melarikan diri itu menimbulkan kecurigaan petugas."

"Sementara yang dua, yang pakai motor tidak apa-apa tidak bergerak yang pertanyaan kedua, ambulans satu juta tidak apa-apa," katanya.

Sempat berhasil kabur, Yusri menjelaskan mobil ambulans akhirnya berhasil ditangkap saat berada di daerah Taman Ismail Marzuki.

Halaman
1234
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved