UU Cipta Kerja
Ridwan Kamil Minta Pendapat Warganet soal UU Cipta Kerja, Annisa Pohan: Sehat Kang?
Annisa Pohan memberikan komentar bernada sarkas terhadap unggahan Gubernur Jabar Ridwan Kamil soal Omnibus Law.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
Pada unggahan itu, Annisa Pohan hanya menuliskan "Sehat kang?".
Karena komentarnya itu, Annisa Pohan justru dibanjiri kritikan pedas oleh warganet.
Banyak netizen menyinggung kembali soal sejumlah kader Partai Demokrat yang pernah terlibat kasus korupsi.
Beberapa warganet lain menilai komentar yang disampaikan oleh Anisa Pohan tidak sopan.
Belum jelas apa maksud dari komentar "Sehat Kang?" yang ditulis oleh Annisa Pohan.
Ridwan Kamil sendiri belum menanggapi komentar bernada sarkas dari Annisa Pohan itu.
Baca juga: Para Orangtua Demonstran UU Cipta Kerja di Semarang Harap-harap Cemas Menunggu Anaknya Dibebaskan
Benny Harman: Kayak Pencuri Datang di Malam Hari
Sebelumnya diberitakan, DPR melalui sidang paripurna telah mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja menjadi undang-undang, Senin (5/10/2020).
Meski diwarnai dua partai yang menolak dan memilih walk out, RUU Cipta Kerja tetap sah menjadi undang-undang, lantaran mayoritas fraksi lainnya menyetujui.
Aksi walk out dari Demokrat diawali oleh insiden adu mulut antara fraksinya, Benny K. Harman dengan pemimpin sidang sekaligus Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin.

Baca juga: Kecewa Pengesahan RUU Cipta Kerja, Presiden KSPI: Harapan Kaum Buruh Dihancurkan oleh DPR
Dilansir TribunWow.com, Benny Harman lantas merasa curiga dengan proses pengesahan RUU Cipta Kerja yang dinilai begitu cepat dan tergesa-gesa.
Selain itu setiap kali pembahasan juga sering sekali dilakukan secara diam-diam.
Dirinya juga mempertanyakan alasan sidang paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja yang dimajukan dari agenda awalnya.
Dikatakannya bahwa awalnya sidang akan dilakukan pada Kamis (8/10/2020), namun tiba-tiba dimajukan menjadi kemarin Senin (5/10/2020).
"Ada apa sebetulnya kok cepat-cepat kayak pencuri datang di malam hari. Kayak petir datang di siang hari bolong," ujar Benny Harman.
"Enggak ada ujung pangkal, pembahasan tidak mendalam, agenda semula tanggal 8 (Oktober 2020), dimajukan cepat-cepat tanggal 5 (Oktober 2020)," jelasnya.