Terkini Nasional
Sebut PSI Selalu Ingin Jatuhkan Anies Baswedan, Geisz Chalifah Tantang di Pilkada DKI Jakarta 2022
Aktivis sosial Geisz Chalifah menilai bahwa sikap kritis PSI terhadap kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Lailatun Niqmah
"Kalau Anda benar-benar petarung, karena saya melihatnya Anda dan teman-teman Anda konteksnya politik," ucap Geisz Chalifah.
"Ada Pilkada 2020, perjuangkan Pilkada 2022 jangan ditunda, kita beradu dan bertarung lagi di sana, dan kita tahu siapa yang akan menang dan siapa yang akan kalah," tantangnya.
Tanggapan William Aditya
Menanggapi kritik dari Geisz Chalifa kepada PSI, William Aditya mengaku tidak membenarkan hal tersebut.
Menurut William, kritik yang dilakukan dirinya maupun PSI karena memang merupakan fungsinya sebagai anggota DPRD.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa kritik yang diberikan pun bersifat objektif dan sesuai dengan fakta di lapangan.
• Azas Tigor Anggap Anies Baswedan Hanya Pencitraan terkait PSBB, Refly Harun: Namanya Politisi
"Saya sebagai Anggota DPRD DKI, tadi mengkritisi secara konstitusional, administrasi yang dilakukan oleh Pak Gubernur Anies Baswedan," kata William.
"Tidak pernah saya membawa personal Pak Gubernur, saya tidak pernah membawa-bawa apapun yang personal," terangnya.
"Saya sebagai seorang anggota dewan punya tugas untuk mengkritisi apa yang menjadi kebijakan dari gubernur."
"Itu adalah sumpah jabatan saya, karena saya harus melakukan fungsi pengawasan," jelas William.
Menurutnya, dirinya tetap akan mengapresiasi kebijakan dari Anies jika memang dinilai baik.
William pun mencontohkan kebijakan dari Anies yang mendapatkan apresiasi darinya ataupun PSI.
"Misalnya ketika Pak Anies mengadakan 'Christmas Carol' di Jakarta ketika natal, saya juga suka dengan konsep yang namanya Jak Lingko, itu konsep yang bagus walaupun eksekusinya kurang," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke- 12.27
(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)