Virus Corona
Sering Dituduh Dapat Untung dari Covid-19, dr Tri: Cari Uang Bukan dari Pasien, Uangnya Sedikit
Seorang dokter di Kediri, Jawa Timur, dr Tri Maharani, menegaskan tenaga medis tidak akan pernah mencari keuntungan dari menangani pasien Covid-19.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Seorang dokter di Kediri, Jawa Timur, dr Tri Maharani, menegaskan tenaga medis tidak akan pernah mencari keuntungan dari menangani pasien Covid-19.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Mata Najwa di kanal YouTube Najwa Shihab, Rabu (9/9/2020).
Diketahui, muncul teori yang menyebutkan tenaga medis hanya mencari keuntungan melalui pandemi Virus Corona.

• Menteri KP Edhy Prabowo Dikabarkan Positif Covid-19, Ketua Komisi IV DPR: Dapat Kabar dari Staf KKP
Dokter Tri sebagai seorang tenaga kesehatan yang secara langsung menangani pasien Covid-19, menyayangkan sikap masyarakat Indonesia yang meyakini teori tersebut.
Ia menegaskan dirinya tidak pernah meminta biaya tambahan apapun kepada pasien yang positif mengidap Virus Corona.
Awalnya hal itu disinggung presenter Najwa Shihab.
"Dokter Tri, Anda kalau dituduh, 'Dokter ini cari uang saja, sengaja mempositif-positifkan', Anda akan jawab apa?," tanya Najwa Shihab.
Dokter Tri awalnya hanya bereaksi tertawa mendengar pertanyaan itu.
Ia menjelaskan alasan tidak mungkin mendapat penghasilan tambahan dengan menangani pasien.
Dokter spesialis ini mengandaikan, jika benar ia ingin menambah kekayaan, tentu akan dilakukannya melalui profesi lain.
"Kalau saya memang ingin mencari uang, tentunya saya tidak akan mencari uang pada pasien, pasien uangnya sedikit," jawab dr Tri Maharani.
"Saya tentu mencari uang dengan menjadi pengusaha, begitu," lanjutnya.
• Jumlah Testing Covid-19 Belum Merata, Perintah Khusus Jokowi pada Menkes: Perencanaan Harus Betul
Ia menyayangkan masyarakat melontarkan tudingan semacam itu kepada rekan-rekan tenaga medisnya.
Sebagai dokter spesialis, dr Tri sendiri terang-terangan menyebutkan gajinya hanya Rp3,9 juta per bulan.
Ia mengakui profesi dokter memang tidak menjanjikan dalam hal mencari kekayaan.
"Jadi dalam kondisi seperti ini, kalau kita dituduh mencari uang itu sangat salah," papar dr Tri.
"Kalau kami memang mau mencari uang tentunya tidak di bidang kedokteran ini," tambahnya.
"Kami hanya memberikan hati nurani kami untuk menolong nyawa itu," tegas dr Tri.
Dokter Tri memberi contoh sebuah kasus yang mengharuskannya datang langsung ke pasien.
Meskipun berhasil menyelamatkan pasien tersebut, ia mengaku tidak dibayar sepeserpun.
Dokter Tri menyebutkan hal itu adalah bagian dari pengabdiannya di bidang medis.
"Jadi dalam kondisi seperti ini, bagi kami tenaga kesehatan, uang bukan jadi prioritas, tapi nyawa itu prioritas," tegas dia.
Lihat videonya mulai menit ke-8.50:
Dokter Erlina Pedih Mendengar Teori Konspirasi Covid-19
Dokter Spesialis Paru dr Erlina Burhan mengungkapkan keprihatinannya mendengar isu yang berkembang di masyarakat tentang Virus Corona (Covid-19).
Sejumlah teori yang beredar di masyarakat pandemi Covid-19 adalah permainan bisnis bagi industri kesehatan.
Mendengar isu tersebut, dr Erlina Burhan menyebutkan sebenarnya tenaga medis pun terdampak dan berkurang pendapatannya selama pandemi.
• Akhiri PSBB Surabaya Raya, Khofifah Sudah Peringatkan Tingginya Risiko Covid-19: Di Atas Jakarta
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan mewakili Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
"Saya mewakili IDI, mendapat banyak keluhan dari teman-teman dan juga menyampaikan pesan," kata dr Erlina Burhan, dalam tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC) di TvOne, Selasa (9/6/2020).
Ia menyebutkan adanya isu pandemi Covid-19 adalah cara tenaga medis mencari keuntungan.
Erlina menyebutkan isu semacam ini adalah tidak bijak.
"Sekarang ada banyak narasi masyarakat menurut kami sungguh tidak bijak, mengatakan bahwa pandemi Covid ini adalah bisnisnya orang kesehatan," ungkit dr Erlina.
"Jadi keuntungan buat dokter," tambahnya.
Ia mengungkapkan reaksinya setelah mendengar isu semacam itu.
"Sungguh perih rasanya ada narasi seperti ini," ungkap dr Erlina.
Menurut dr Erlina, selama pandemi pemasukan para tenaga medis pun justru berkurang.

Ia menyebutkan kondisi itu sama saja dengan karyawan atau pekerja harian lainnya yang terdampak kondisi ekonomi pada masa pandemi.
Hal itu ia sampaikan kepada presenter Karni Ilyas.
"Kalau Pak Karni ingin tahu, dengan adanya Covid ini pendapatannya menurun. Ini persis sama dengan kami, dokter," papar dr Erlina.
• Konspirasi Covid-19 di Mata Nadiem Makarim, Jerinx, dan dr. Tirta, Malas Berpikir Vs Kebohongan WHO
Erlina menjelaskan para dokter sudah tidak dapat membuka praktek swasta karena harus fokus pada penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit.
"Kami juga pendapatannya menurun karena sebagian besar dari kami sudah tidak praktek di tempat lain, tidak praktek swasta," jelasnya.
"Hanya praktek di rumah sakit utamanya saja," tambah dr Erlina.
"Risiko tambah naik, rezeki turun," kata Karni Ilyas menanggapi.
Erlina menambahkan fakta lain tentang stigma masyarakat yang masih buruk terhadap penyakit Covid-19.
"Kalau rumah sakit kita ini rumah sakit Covid, itu pasien Covid biayanya gratis karena ditanggung pemerintah," papar dr Erlina.
Akibatnya banyak pasien non-Covid yang enggan berobat ke rumah sakit padahal kondisinya memburuk.
"Stigma buat Covid ini masih banyak. Karena masih banyak, pasien-pasien penyakit lainnya tidak mau datang ke rumah sakit," jelas dr Erlina.
"Pasien penyakit kronis lainnya yang seharusnya mereka datang ke rumah sakit itu banyak yang enggak datang karena takut tertular. Itu sesungguhnya bahaya buat mereka," katanya.
Ia menegaskan harusnya fakta ini turut menjadi perhatian pemerintah. (TribunWow.com/Brigitta Winasis)