Breaking News:

Terkini Nasional

Jumlah Testing Covid-19 Belum Merata, Perintah Khusus Jokowi pada Menkes: Perencanaan Harus Betul

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perintah khusus kepada Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
Youtube/Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perintah khusus kepada Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Senin (7/9/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perintah khusus kepada Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.

Perintah dari Jokowi tersebut berkaitan dengan penanganan pandemi Covid-19 atau Virus Corona di Tanah Air.

Dilansir TribunWow.com, melalui Kementerian Kesehatan, Jokowi meminta supaya Terawan Agus untuk memikirkan dengan baik soal pengetesan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan dalam Ratas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Senin (13/7/2020).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan dalam Ratas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Senin (13/7/2020). (Capture YouTube Sekretariat Presiden)

Ungkap Perbedaan Jokowi Periode Pertama dan Kedua, Refly Harun: Dari Sederhana Sudah Menjadi Elitis

Hal itu diungkapkan dalam sidang kabinet paripurna, Senin (7/9/2020) yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga mempertanyakan alasan tidak meratanya jumlah testing di setiap daerah.

Hal itu dibuktikan dengan adanya suatu daerah yang sangat minim jumlah testing per harinya.

Oleh karenanya, Jokowi meminta kepada Kementerian Kesehatan supaya membuat desain perencanaan, supaya ada pemerataan.

Terlebih saat ini penambahan kasus tinggi tidak hanya terjadi di Jakarta saja, melainkan juga daerah-daerah lainnya.

"Berkaitan dengan testing, saya minta untuk urusan tes ini Kementerian Kesehatan saya minta dibuat desain perencanaan yang betul-betul yang baik," ujar Jokowi.

"Saya lihat ada provinsi yang sudah melakukan testingnya tinggi sekali, tetapi ada provinsi yang testingnya rendah sekali," imbuhnya.

Menindaklanjuti rencana tersebut, Jokowi meminta Kemenkes memperhatikan juga jumlah lab yang tersedia di setiap provinsi.

Menurutnya, keberadaan lab tersebutlah yang nantinya bisa meningkatkan jumlah pengetesan tersebut.

Sebut Ada Nomena dalam Kontroversi Puan, Rocky Gerung: Sepaket dengan Megawati, Jokowi dan PDIP

"Jadi desain perencanaan itu harus betul-betul komprehensif, menyangkut berapa jumlah lab yang ada di sebuah provinsi," kata Jokowi.

"Berapa reagen yang harus terdistribusi di sebuah provinsi."

Sejauh ini, jumlah testing Covid-19 di Indonesia terbilang sangat kecil jika dibandingkan dengan populasi jumlah penduduk.

Seperti yang diketahui, hanya ada sekitar belasan ribu tes saja yang dilakukan oleh pemerintah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved