Breaking News:

Virus Corona

Akhiri PSBB Surabaya Raya, Khofifah Sudah Peringatkan Tingginya Risiko Covid-19: Di Atas Jakarta

Sebelum mengakhiri masa PSBB Surabaya Raya, Khofifah sudah mengingatkan tingginya risiko Covid-19 di Surabaya.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
YouTube tvOneNews
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam acara KABAR PETANG, Selasa (9/6/2020). Khofifah menegaskan dirinya telah memperingatkan soal tingginya risiko Covid-19 sebelum mengakhiri PSBB di Surabaya Raya pada Senin (8/6/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya telah resmi tidak diperpanjang dan berakhir pada Senin (8/6/2020).

Usulan pemberhentian PSBB Surabaya Raya sebelumnya telah diajukan oleh 3 kepala daerah wilayah Surabaya Raya (Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo).

Sebelum mengakhiri masa PSBB, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah memperingatkan bahwa kondisi di Surabaya Raya masih belum aman dari Virus Corona (Covid-19).

Suasana Salat Jumat di Masjid Al Hikmah dengan menerapkan physical distancing, di kawasan Pakis, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/6/2020). Usai kurang lebih dua bulan tidak mengadakan ibadah salat berjemaah, Masjid Al Hikmah menggelar lagi Salat Jumat dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai SE Menteri Agama No 15 Tahun 2020, yang mengatur tentang panduan kegiatan ibadah di era menyambut new normal, di mana masyarakat akan kembali bisa menyelenggarakan ibadah di tempat layanan ibadah.
Suasana Salat Jumat di Masjid Al Hikmah dengan menerapkan physical distancing, di kawasan Pakis, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/6/2020). Usai kurang lebih dua bulan tidak mengadakan ibadah salat berjemaah, Masjid Al Hikmah menggelar lagi Salat Jumat dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai SE Menteri Agama No 15 Tahun 2020, yang mengatur tentang panduan kegiatan ibadah di era menyambut new normal, di mana masyarakat akan kembali bisa menyelenggarakan ibadah di tempat layanan ibadah. (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

Risma Sebut Masa Transisi seusai PSBB Malah Lebih Berat: Ini Amanah bagi Warga Surabaya

Dikutip dari acara KABAR PETANG, Selasa (9/6/2020), awalnya Khofifah menjelaskan bahwa faktor ekonomi menjadi alasan utama di balik diakhirinya masa PSBB Surabaya Raya.

"Alasan terutama dari Kota Surabaya adalah karena faktor ekonomi," kata Khofifah.

Ia mengatakan banyak masyarakat yang akan terbantu dengan diakhirinya masa PSBB Surabaya Raya.

"Yang terdampak dari sektor ekonomi rupanya mereka membutuhkan pelonggaran supaya aspek sumber income (pendapatan), terutama yang sumber income harian itu relatif mereka akan bisa ter-support (terbantu)," paparnya.

Khofifah menekankan bahwa sebelum keputusan untuk mengakhiri masa PSBB, dirinya sudah lebih dulu memperingatkan soal bahaya Covid-19 yang masih tinggi.

"Tapi kami sudah menyampaikannya sejak tanggal 7 malam bahwa kondisi secara epidemiologisnya seperti ini,"ujar dia.

"Kemudian rate of transmission (tingkat reproduksi) memang sudah 1,0 untuk Surabaya."

"Tapi ingat Gresik 1,6, kemudian attack rate-nya (tingkat serangan infeksi) kita menyampaikan bahwa Surabaya ini masih sangat berisiko karena masih 94,1 per 100 ribu penduduk. Ini di atas Jakarta," sambungnya.

Merujuk dari data tersebut, Khofifah bahkan menyimpulkan kondisi Surabaya Raya belum aman untuk mengakhiri masa PSBB.

"Jadi kita menyampaikan risiko-risikonya seperti ini," terangnya.

"Maka ini belum aman."

Apresiasi Langkah Malang Raya, Pakar Kebijakan Publik Bandingkan Jakarta dan Surabaya Atasi Corona

Khofifah menuturkan peringatan belum aman sudah lebih dari sekali ia sampaikan sebelum akhirnya PSBB Surabaya Raya diakhiri.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Covid-19PSBBSurabayaJakartaKhofifah Indar Parawansa
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved