Breaking News:

Terkini Daerah

Waria di Madura Dibunuh 3 ABG Pelanggannya, Dipukuli saat Berhubungan Seks dengan Pelaku

Sempat sadar seusai dipukuli oleh pelaku, seorang waria di Madura sempat menyatakan perasaannya terhadap seorang pelaku.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Tribun Madura
Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra (tengah) didampingi Kasatreskrim AKP Agus Sobarnapraja (kiri) dan Kasubbah Humas AKP Bahrudi dalam Siaran Pers di mapolres, Jumat (8/9/2020) sore atas perkara kasus pembunuhan terhadap waria, AS (31), warga Desa Patenteng Kecamatan Modung 

TRIBUNWOW.COM - Sempat dikira menjadi korban bunuh diri, seorang waria berinisial AS (31) ternyata adalah korban pembunuhan yang dilakukan oleh tiga pelaku yang masih remaja.

Jasad AS sebelumnya ditemukan dalam posisi tergantung di Kamar Mandi Salon miliknya, di Bangkalan, Madura pada Kamis (3/9/2020) setelah magrib.

AS dipukuli saat dirinya dijebak dan diajak oleh seorang pelaku untuk berhubungan seks sejenis di kamar mandi.

Waria berinisial AS (30), warga Desa Patenteng Kecamatan Modung ditemukan tewas di dalam bak kamar mandi, Kamis (3//9/2020) malam.
Waria berinisial AS (30), warga Desa Patenteng Kecamatan Modung ditemukan tewas di dalam bak kamar mandi, Kamis (3//9/2020) malam. (TribunMadura.com/Ahmad Faisol)

Kata-kata Terakhir Waria yang Dibunuh 3 ABG di Salon: Kenapa Lakukan Ini, Kamu Kuanggap Adik Sendiri

Dikutip dari TribunMadura.co, Senin (7/9/2020), tiga pelaku yang kini telah diamankan oleh pihak kepolisian adalah MA (16), HR (16), MNF (17).

Ketiganya memiliki peran yang berbeda-beda dalam kasus pembunuhan AS.

Kassubag Humas Polress Bangkalan, AKP Bahrudi mengatakan, ketiga pelaku datang menggunakan Honda Beat warna biru dengan nopol B 4071 TJE, Rabu (3/9/2020) pukul 12.00 WIB.

Lalu, MA yang pertama kali masuk dan menyapa korban yang tengah bermain ponsel di salonnya.

MA lalu duduk disusul oleh MNF yang juga duduk di kursi salon.

Sementara itu, HR membeli minuman yang berada di sebelah timur salon milik korban.

"Ketiga pelaku berbagi peran untuk menghabisi nyawa korban AS," ungkap Bahrudi kepada Surya, Minggu (6/9/2020) malam.

Pelaku MA kemudian memancing korban untuk melakukan hubungan seks.

MA memegang tangan korban dan mengangkatnya ke kamar mandi untuk melakukan perbuatan tak senonoh tersebut.

Di sana MA dan korban melakukan hubungan oral seks.

Saat MA melakukan hubungan sejenis tersebut, ia memberikan isyarat kepada MNF yang sudah bersiap membawa senjata untuk melumpuhkan korban.

Isyarat yang diucapkan oleh MA dalam bahasa Madura adalah "Mad pesabber se adentek sengkok gi' tange' (Mat yang sabar nunggu saya masih lama')," ujar MA.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
PembunuhanWariaMadura
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved