Breaking News:

Terkini Daerah

Kuli Bangunan yang Dianiaya Polisi Berujung Damai, Sardi Akui Ditawari Sejumlah Uang: Sudah Sepakat

Kasus penganiayaan seorang kuli bangunan di Deli Serdang, Sumatera Utara, Sarpan (57), berujung kesepakatan damai.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
Capture YouTube Najwa Shihab
Kondisi Sarpan, kuli bangunan di Deli Serdang yang dianiaya saat diperiksa sebagai saksi pembunuhan, diunggah Selasa (11/7/2020). 

Meskipun begitu, kondisi Sarpan sudah stabil.

Presenter Najwa Shihab lalu bertanya penyebab pembengkakan limpa yang dialami Sarpan.

"Pembengkakan limpa apakah juga akibat dipukuli waktu itu di tahanan?" tanya Najwa Shihab.

"Ya, benar," ungkap Sardi.

Penularan Covid-19 di Jakarta Semakin Meningkat, Anies Baswedan: Kita Mendeteksi Banyak

Selain itu, Sarpan mengalami sejumlah luka lain yang diduga akibat penganiayaan saat diperiksa di Polsek Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

"Bapak lebam-lebam, ada juga pukulan rotan di bagian belakang, dan disetrum juga sebanyak dua kali," paparnya.

Ia membenarkan sang ayah diduga disiksa selama lima hari ditahan.

"Betul, pengakuan Bapak sendiri," tegas Sardi.

Sardi mengungkapkan kondisi ayahnya, Sarpan, kuli bangunan yang diduga dianiaya karena dipaksa mengakui pembunuhan, dalam Mata Najwa, Rabu (2/9/2020).
Sardi mengungkapkan kondisi ayahnya, Sarpan, kuli bangunan yang diduga dianiaya karena dipaksa mengakui pembunuhan, dalam Mata Najwa, Rabu (2/9/2020). (Capture YouTube Najwa Shihab)

 Viral Bocah 13 Tahun Babak Belur Diduga Salah Tangkap, Polisi: Bukan Dianiaya, Cuma Terkena Tangan

Diketahui akhirnya Sarpan dilepaskan setelah warga berdemo di Polsek Percut Sei Tuan.

Ia mengungkapkan awal mula warga mengetahui kejadian penganiayaan Sarpan adalah saat istrinya datang menjenguk ke polsek.

"Waktu jenguk, ibu menerobos pintu penyidik karena di ruang penyidik itu tidak boleh masuk kalau mau menjenguk bapak," tuturnya.

Saat menjenguk, sang istri mendapati Sarpan sudah mendapat sejumlah luka yang kondisinya mengenaskan.

"Jadi ibu menerobos ruang penyidik. Lalu lihatlah bapak menghadap ke dinding, dilihatlah keadaan bapak mukanya lebam-lebam, pelipisnya pecah," papar Sardi.

"Ada juga sundutan rokok. Bahkan disetrum sebanyak dua kali," tambahnya.

Dikutip dari Tribunnnews.com, diketahui tiga perwira yang bertugas di Polsek Percut Sei Tuan dicopot akibat kejadian tersebut.

Ketiganya adalah Kapolsek, Kanit Reskrim, dan Panit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan.

Hal itu dikonfirmasi Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan.

"Kanit Reskrim dan dua Panit Reskrim ditarik ke Polrestabes Medan dan Kapolseknya diganti," kata Tatan Dirsan, Jumat (10/7/2020). (TribunWow.com/Brigitta Winasis)

Tags:
PolisiKuli BangunanSumatera Utara
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved