Terkini Nasional
Kata Ridwan Kamil setelah Tubuhnya Disuntik Virus Covid yang Dilemahkan: Mati Rasa Sepanjang Tangan
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil telah memenuhi janjinya untuk menjadi relawan uji coba vaksin Covid-19.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
"Tubuh saya sekarang secara resmi mengandung virus covid-19 yang sudah dilemahkan atau dimatikan. Selama 5 menit pegal, cenat-cenut dan mati rasa agak terasa di sepanjang tangan kiri. Namun setelahnya alhamdulillah normal, hanya jadi rada mengantuk dan lapar yang tidak biasanya."
"Doakan semoga pasukan antibodi akan muncul setelah vaksinasi ini, sehingga jika virus aktif benerannya suatu hari hadir, maka tubuh ini bisa melawannya dengan maksimal."
"Setiap hari kondisi tubuh akan dilaporkan melalui kertas rapor kepada tim peneliti. Semoga tidak ada efek samping atau hal-hal yang kurang baik. Saya jarus melakukan 3 kunjungan lagi dan satu kali penyuntikan vaksin lagi."
"Mari doakan semoga proses ini dilancarkan, agar pandemi ini bisa berakhir dengan baik dan tuntas. Aamiin."

Ridwan Kamil: Pengetesan Ini Bukan sebagai Kelinci Percobaan
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil buka suara terkait alasannya mengajukan diri sebagai relawan pengujian vaksin Virus Corona (Covid-19).
Dilansir TribunWow.com, Ridwan Kamil menegaskan bahwa menjadi relawan pengujian vaksin Covid-19 tidak lantas dianggap dijadikan sebagai kelinci percobaan.
Oleh karenanya, untuk membuktikan dan mematahkan anggapan tersebut, Ridwan Kamil siap untuk menjadi relawan yang akan diuji coba dengan disuntikkan vaksin.

• Tak Mau Hoaks Tersebar, Ridwan Kamil Jelaskan Alasan Kerja Sama Vaksin Covid-19 dengan Tiongkok
Tidak sendirian, Ridwan Kamil mengatakan ditemani oleh Kapolda Jawa Barat dan Panglima Kodam (Pangdam).
Kepastian itu disampaikan dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (11/8/2020).
"Saya sendiri mendaftarkan diri sebagai relawan bersama Kapolda dan Pangdam, semata-mata untuk menunjukkan gestur bahwa pengetesan ini bukan kelinci percobaan," kata Ridwan Kamil.
"Ada bahasa, 'Pemimpinnya aja takut berarti rakyat dijadikan kelinci percobaan'," imbuhnya.
"Saya kira enggak begitu," tegasnya.
Mantan Wali Kota Bandung itu mengatakan banyak sudut pandang dalam menghadapi dan menyikapi pandemi Covid-19.
Mulai dari kacamata politik, secara ilmiah, maupun dari sudut pandang kemanusiaan.